Kejar elektrifikasi 100%, PLN Grup Jatim jalin sinergi dengan dua lembaga negara ini

Jum'at, 3 Juli 2020 | 11:02 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PLN Grup Jawa Timur terus memacu target elektrifikasi 100 persen di wilayah Jatim. Atas rencana tersebut, PLN Grup Jatim konsisten menjalin relasi dan sinergi dengan stakeholder dengan melaksanakan audiensi bersama Kodam V Brawijaya, yang kemudian dilanjutkan dengan Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Dalam kesempatan tersebut, General Manager PLN UID Jawa Timur, Nyoman S. Astawa, Direktur Utama PJB, Iwan Agung Firstantara, General Manager PLN UIP JBTB I & UIP JBTB II, Djarot Hutabri, General Manager UIT JBTB, Suroso, Direktur Operasi 2 PJB, Miftahul Jannah, Senior Audit Executive Jawa Bagian Timur, Flodesa Anggarijanto disambut hangat oleh Panglima Kodam V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah beserta jajarannya serta Khofifah beserta jajarannya.

Terdapat beberapa hal yang dipaparkan dalam audiensi tersebut. Dua diantaranya adalah persoalan elektrifikasi Jatim yang ditargetkan sebesar 100 persen di 2021 dan banyaknya kejadian layang-layang dan balon yang mengganggu jaringan  kelistrikan Jatim. 

Nyoman menegaskam bahwa  dukungan dari seluruh elemen di Kodam V Brawijaya sangat diperlukan  untuk mensukseskan elektrifikasi 100 persen pada 2021. Untuk daerah-daerah isolated akan menggunakan PLTS yang dikelola oleh PLN.

Selain itu, PLN meminta dukungan terkait keandalan utamanya menjaga jarak aman dengan jaringan listrik dari layang-layang dan balon udara. 

“Saat ini banyak kami jumpai layang-layang dan balon udara yang mengganggu jaringan listrik sehingga menyebabkan padam seperti kejadian di Ponorogo 14 Juni lalu, listrik Tegangan Menengah 20.000 Volt tertimpa balon udara dan berdampak pada 21.669 pelanggan,” terang Nyoman di Surabaya, Kamis (2/7/2020).

Menanggapi dengan positif, Mayjen TNI Widodo menyatakan kesiapan seluruh elemennya untuk menjaga kenyamanan dan keamanan obyek vital nasional (obvitnas).

“Disisi lain kami pun berharap, selama masa pandemi ini pelayanan PLN agar tetap berjalan optimal dan terus konsisten mengutamakan keamanan protokol Covid-19. Kami pun minta PLN berperan dalam membendung Covid-19 dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui beragam programnya,” tambahnya.

Senada, Khofifah pun berharap agar PLTS untuk kepulauan di Sumenep diharapkan bisa diselesaikan segera. Lebih lanjut, ia berharap agar PLN tetap dapat berbagi manfaat melalui kegiatan CSR nya, terutama untuk bantuan pasang baru listrik gratis bagi warga tidak mampu. 

“Kami berharap dengan bantuan program listrik gratis PLN dapat menjangkau daerah-daerah tertinggal, tentunya PLN dan kami harus menyamakan pemetaan daerah tersebut berdasar azas keadilan dan pemerataan, bahwa setiap warga Jawa Timur semua berhak mendapat akses listrik,” tambah Khofifah.

Menindaklanjuti instruksi Gubernur Jawa Timur tersebut, Nyoman akan segera menggelar rapat virtual untuk percepatan elektrifikasi dan program-program lainnya. Di akhir acara, Nyoman pun berharap agar sinergi yang terjalin berjalan harmonis dan selaras dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur. kbc6

Bagikan artikel ini: