Enam langkah jitu yang bisa dilakukan pebisnis kuliner di era new normal

Minggu, 5 Juli 2020 | 20:50 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 telah mengubah prinsip bisnis dan karakter konsumen di seluruh lini usaha, tidak terkecuali bisnis kuliner. Pebisnis kuliner dituntut untuk beradaptasi agar bisa mempertahankan bisnisnya di masa pandemi. 

Dalam acara Webinar Online Solution Seminar (OSS) dengan tema "Bisnis Kuliner di Masa New Normal" yang digelar oleh Kadin Jatim, Aptiknas, Arebi dan kabarbisnis.com, Pemimpin Redaksi MAKANABIS.com, Aluisius Wisnu Hari Adi menyatakan perubahan perilaku konsumen di era new normal yang lebih enderung konsen pada safety dan kesehatan menuntut pelaku bisnis kuliner untuk bertransformasi, baik di konsep dan aksi. 

"Untuk itu, pebisnis harus menemukan dan melakukan pelayanan baru yang sejalan dengan protokol kesehatan. Mulai tahap pemilihan bahan pemrosesan hingga sampai ke tangan konsumen," ujar Wisnu, Sabtu (4/7/2020).

Menurutnya, ada enam lngkah bisnis yang bisa diambil agar bisnis kuliner bisa tetap bertahan. Pertama adalah dengan mengubah konsep bisnis kuliner dengan fokus pada penyediaan makanan sehat. Dengan melakukan berbagai protokol kesehatan dan pemilihan bahan pangan yang diolah. "Ubahan konsep ini tidak terlalu sulit untuk dilakukan, karena masih dalam koridor bisnis kuliner," tambahnya.

Langkah kedua adalah dengan mengomunikasikan produk dengan gencar. Ini dilakukan agar produk bisa lebih dikenal masyarakat luas. Komunikasi produk ini bisa dengan memanfaatkan berbagai platform sosial media, mulai dari Facebook, Instagram, ataupun Twitter. 

"Jangan pernah ragu atau malu untuk mengkomunikasikan bisnis kuliner anda. It’s time to show off. Komunikasikan bisnis anda lewat berbagai media sosial. Filter target pelanggan yang hendak anda sasar. Filter lokasi atau wilayah. Komunikasi ini menjadi kunci sukes bisnis, karena konsumen atau calon konsumen mengetahui keberadaan bisnis anda," kata Wisnu.

Langkah ketiga adalah dengan menghadirkan layanan online. Manfaat flatform digital baik itu layanan penjualan, pemesanan, pengiriman dan sebagainya.

Langkah keempat dengan mengadirkan menu baru. Menu baru menjadi penting karena secara naluriah, pasca pandemi pola pikir dan perilaku konsumen memang berubah. "Bisnis kuliner harus adapatif dengan hal ini dengan menampilkan menu-menu takeaway, atau menu yang bisa disimpan dan bertahan dalam waktu yang lama seperti frozen atau dryfood," ungkapnya.

Langkah ke lima adalah dengan manfaatkan digital marketing. Menurut Wisnu, Digital marketing sudah bukan pilihan tapi keharusan di era New Normal. "Sudah bukan zamannya untuk beriklan dengan budget super besar, atau menyewa lokasi strategis dengan biaya yang mahal. Manfaatkan digital resto atau ghost resto," tekannya.

Dan langkah keenam adalah dengan menggaet investor atau mengajak pihak lain untuk berinvestasi. Langkah ini untuk menjamin adanya percepatan perkembangan bisnis 

kuliner di masa new normal. kbc6

Bagikan artikel ini: