Target sertifikasi tenaga kerja dipangkas akibat Covid-19, Kadin Jatim dorong pelaksanaan mandiri

Rabu, 8 Juli 2020 | 15:20 WIB ET
Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto
Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian telah memutuskan untuk merevisi target sertifikasi tenaga kerja industri di tahun ini, dari target 20 ribu tenaga kerja menjadi 4.200 tenaga kerja. Pengurangan target ini disebabkan oleh pemangkasan alokasi anggaran APBN tahun 2020 yang diprioritaskan untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

"Pada tahun 2020, sebenarnya target sertifikasi tenaga kerja mencapai 20 ribu tenaga kerja. Tetapi karena Covid-19, target menjadi berubah. Anggaran 2020 diprioritaskan untuk penaggulangan pandemi sehingga target sertifikasi tahun ini hanya sebesar 4.200 tenaga kerja," ujar Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri, Dedi Marhadi saat Pembukaan Pelaksanaan Uji Kompetensi yang digelar secara virtual, Surabaya, Rabu (8/7/2020).

Untuk Uji Kompetensi saat ini, dilakukan di tiga industri, yaitu di PT Maspion Unit II Gedangan Sidoarjo untuk tenaga kerja Operating Equipment Machine, PT Eta Indonesia Sidoarjo dan PT Singko Prima Alloy Surabaya. Kedepan, sertifikasi akan lebih diperbanyak, baik dari wilayah cakupan maupun dari sektor industrinya. 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa industri telah menjadi penggerak utama ekonomi Indonesia. Bahkan di saat pandemi Covid,-19, Industri mampu berkontribusi sebesar 19,98 persen terhadap PDB di kuartal I/2020. Baiknya kinerja industri Indonesia ini juga tercermin dari  Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia di Juni 2020 mencapai 39,1 persen, naik 10 basis poin dibanding tahun lalu. 

"Kami akan terus berupaya meningkatkan kinerja sektor industri dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," ujarnya.

Menanggapi pemangkasan alokasi dana APBN untuk sertifikasi Tenaga Kerja, Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto menegaskan bahwa industri tidak boleh hanya mengandalkan dana dari APBN untuk peningkatan kualitas SDM-nya. Kadin Jatim akan berupaya menfasilitasi peningkatan SDM di sektor Industri karena jumlah tenaga kerja yang telah tersertifikasi masih sangat kecil. 

Padahal bagusnya kualitas SDM yang ditunjukkan dengan kepemilikan sertifikat tersebut bisa menjadi pendorong peningkatan produksi, kualitas dan efisiensi pada industri yang bersangkutan. Disisi lain, sertifikasi juga mampu meningkatkan daya saing perusahaan dan tenaga kerja yang bersangkutan.

"Untuk itulah sertifikasi menjadi sangat penting. Kita tidak bisa hanya mengandalkam dana APBN untuk peningkatan SDM. Kita laksanakan sertifikasi mandiri dengan cara berkolaborasi. Melalui Kadin Institute, kami akan melakukan kerjasama dengan LSP, Balai Diklat dan lembaga lainnya untuk melaksanakan sertifikasi mandiri" tambah lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi Jatim tersebut. 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan dan SDM Kadin Jatim, Nurul Indah Susanti mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya nanti, karena di masa pandemi Covid-19, jumlah tenaga kerja yang mengikuti pelatihan akan dikurangi, hanya sekitar 50 persen dari normal.

Pada kesempatan yang sama, Assisten Direktur PT Maspion Unit II, Juarno Susilo menyatakan bahwa sertifikasi ini sangat bermanfaat bagi Maspion karena bisa meningkatkan kualitas dan daya saing perusahaan. "Harapan kami sertifikasi tenaga kerja ini akan diperbanyak sektornya," pungkas Juarno.kbc6

Bagikan artikel ini: