Digitalisasi nozel SPBU Pertamina meleset dari target

Rabu, 8 Juli 2020 | 21:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Rencana PT Pertamina (Persero) melakukan digitalisasi nozel seluruh Stasiun Pengisan Bahan Bakar (SPBU) meleset dari target yang ditetapkan yakni 30 Juni 2020. Faktor pandemi Covid-19 menjadi salah satu kendalanya.

Melalui digitalisasi kepentingan konsumen memperoleh bahan bakar minyak (BBM) dapat dilakukan secara tepat sasaran tepat volume.

Kepala Badan Pengawas Kegiatan Usaha Hilir (BPH Migas) M. Fanshurullah Asa mengatakan, status progres digitalisasi SPBU per 30 Juni 2020 dengan capaian status berita acara serah terima (BAST) sebesar 44,80%, atau sejumlah 2.472 SPBU dari target 5.518 SPBU.

Rinciannya, sebanyak 4.819 SPBU atau sebesar 87,33% telah terpasang ATG (automatic tank gauge). Selanjutnya, sebanyak 3.060 SPBU atau sebesar 55,45% telah terpasang EDC LinkAja.

Sebanyak 1.268 SPBU atau sebesar 22,98% telah mencatat nomor polisi melalui EDC. Kemudian sebanyak 1.577 SPBU atau sebesar 28,58% telah terdigitalisasi dan memproduksi data yang dapat diakses melalui dashboard yang dikembangkan oleh PT Pertamina.

"Sampai Juni 2020 ini belum maksimal. Intinya kami ketemu di sini untuk mencari solusi karena sudah empat kali perubahan target terjadi," ujar Fanshurullah di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Fanshurullah menambahkan, program digitalisasi SPBU sangat diharapkan terwujudnya integrasi data transaksi secara lengkap, termasuk data konsumen di SPBU dengan pusat data. Alhasil, data transaksi yang diproduksi dari SPBU dapat ditampilkan melalui dashboard digitalisasi SPBU yang dapat diakses secara daring pemerintah.

"Kenyataannya, sistem digitalisasi SPBU yang dikembangkan saat ini baru terbatas hanya untuk pencatatan volume transaksi, nilai penjualan transaksi, dan pencatatan nomor polisi kendaraan yang dilakukan secara manual menggunakan EDC (electronic data capture)," jelasnya.

PJS. SVP Retail Marketing dan Sales PT Pertamima Yanuar Budi Hartanto mengatakan sejak Maret 2020 pengerjaan proyek ini terkendala pandemi Covid-19 sehingga target tidak tercapai. Pertamina menargetkan proyek ini selesai pada akhir Agustua 2020.

"Kita kejar sampai akhir Agustus 2020 selesai semua terintegrasi. Kendalanya secara material ada di lapangan. Hanya saja ini terkendala instalasi peralatan IT karena kita butuh lakukan kunjungan fisik ke lapangan," kata Yanuar.

Enterprise Project Director untuk Digitalisasi SPBU Pertamina, PT Telkom Indonesia Judi Ahmadi mengatakan pihaknya mendukung penuh program digitalisasi SPBU oleh Pertamina. Menurutnya, ada tiga hal besar yang harus dipersiapkan dengan baik dalam menjalankan program ini.

Pertama, tingkat keamanan dari SPBU sangat khusus sehingga harus betul-betul menjalankan protokol keamanan. "Kedua, waktu operasi SPBU banyak yang tidak ada hentinya. Ketiga, case pandemi membuat gerakan kita terbatas," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: