Inaca sebut insentif dan pelonggaran tak mampu gairahkan industri penerbangan

Kamis, 9 Juli 2020 | 11:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Industri penerbangan ikut terganggu akibat pandemi Covid-19. Berbagai upaya juga telah dilakukan pemerintah guna menyelamatkan industri penerbangan nasional.

Mulai dari insentif hingga pelonggaran pembatasan jumlah penumpang sudah dilakukan pemerintah. Namun, beberapa maskapai nasional mengaku tingkat okupansi masih rendah.

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Indonesia (Inaca) Denon Prawiraatmadja mengakui, insentif dan pelonggaran tidak cukup untuk menggairahkan kembali industri penerbangan. 

Menurut dia, di tengah kekhawatiran akan penyebaran Covid-19, pihaknya bersama dengan pemerintah perlu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali menggunakan pesawat. 

"Yang harus kita pikirkan juga bagaimana kita sebagai penyelenggara transportasi bekerja sama dengan pemerintah mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi ini (pesawat)," ujarnya, Rabu (8/7/2020).

Oleh karenanya, dia sudah meminta kepada anggotanya untuk secara aktif mengkampanyekan keamanan moda transportasi udara tersebut selama periode tatanan normal baru atau new normal berlangsung.

"Saya minta Garuda, Citilink, Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, saya minta mereka campaign soal new normal," katanya. 

Selain itu, Denon juga mendorong pemerintah untuk tetap fokus menyelesaikan wabah pandemi Covid-19. Pasalnya, apabila masyarakat masih dibayang-bayangi Covid-19, baik perekonomian secara menyeluruh atau industri penerbangan secara khusus, akan sulit untuk bangkit kembali.

"Jadi saya pikir topik utama kita bisa mengembalikan ekonomi dan industri penerbangan secara umum," ucap Denon.

Sebelumnya, pengamat penerbangan AIAC Arista Atmadjati juga mengatakan hal serupa. Menurut dia, masyarakat saat ini masih khawatir berpergian antar wilayah menggunakan moda transportasi umum, sebab jumlah pasien positif Covid-19 terus meningkat. "Orang masih concern dengan kesehatan," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: