Pulihkan ekonomi, BI beri sinyal kembali pangkas suku bunga acuan

Kamis, 9 Juli 2020 | 20:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 telah mengganggu sekor perekonomian global termasuk Indonesia. Guna menekan laju pelemahan perekonomian yang lebih dalam, Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) fokus untuk menyokong dari sisi fiskal dan moneter.

"Kuartal II kami sama-sama memandang memang ada penurunan kegiatan ekonomi karena Covid. Kami sepakat sama bu Menteri untuk fokus pada absorbsi anggaran agar ekonomi tumbuh. Stimulus fiskal bisa menggeliatkan ekonomi dengan baik dan kita harapkan di kuartal III atau kuartal IV mulai meningkat," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Kamis (9/7/2020).

Perry mewacanakan akan menelurkan stimulus dari sisi moneter dengan penurunan suku bunga, dan dia menyebut masih ada ruang untuk penurunan selanjutnya jika nanti diperlukan.

"Kami memberikan stimulus dari sisi moneter penurunan suku bunga. Kami sudah turunkan tiga kali. Kami masih ada ruang dan akan kami tambah. Kami terus stabilisasi Rupiah, penurunan yield SBN juga kami melakukan pendanaan atau QE Rp614,28 triliun. Juga kami bantu elektronifikasi bansos supaya cepat sampai. Itu komitmen kami berdua mempercepat pemulihan ekonomi," urainya.

Selain itu, BI bersama Kemenkeu juga sepakat untuk mempercepat absorbsi anggaran pendanaan, sesuai arahan Badan Anggara (Banggar) DPR. "Dan sudah disetujui oleh Komisi XI untuk pendanaan terkait Kemenkes, bansos, pelayanan umum yang Rp397,56 triliun sudah dari BI. Sehingga tidak perlu mikir lagi, Pemerintah cukup percepat absorbsi anggaran," kata Perry.

"Selebihnya, tentu saja akan dikeluarkan dari pasar untuk UMKM dan korporasi dan UMKM kami tanggung bebannya. Sehingga pemerintah hanya menanggung reverse repo dikurangi 1. Jadi ya 3,3 persen kemarin sudah kami bahas dan Komisi XI DPR sepakat mengenai jatuh temponya," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: