Terapkan Lapak Asyik saat pandemi, jumlah peserta BPJamsostek yang terlayani kian meningkat

Jum'at, 10 Juli 2020 | 02:38 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 telah mengubah kehidupan masyarakat, tidak terkecuali budaya kerja di lingkungan BPJamsostek. Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, maka BPJamsostek telah meluncurkan layanan layanan tanpa kontak fisik atau Lapak Asyik sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Direktur Pelayanan, Krishna Syarif menjelaskan bahwa protokol Lapak Asik yang diberlakukan BPJamsostek sejak awal penerapan PSBB telah membuka wawasan baru. Pandemi secara tidak langsung telah mengarahkan untuk mengubah mekanisme layanan agar beralih menjadi online atau tanpa kontak fisik dengan menyediakan beragam kemudahan namun harus tetap menjaga keamanan dan kerahasiaan data. 

“Protokol Lapak Asik ini terbukti mampu mendorong masyarakat pekerja untuk juga beradaptasi dengan tatanan baru pelayanan BPJamsostek. Untuk mengantisipasi kemungkinan timbulnya ketidaknyamanan dari peserta saat mengakses Lapak Asik, kami terus belajar dan mengembangkan sistem agar tetap reliable”, tutur Krishna Syarif saat Webinar BPJamsostek dengan tema “Pelayanan Tanpa Kontak Fisik”, Kamis ,(9/7/2020). Acara diikuti oleh Ketua Dewan Pengawas BPJamsostek, Guntur Witjaksono, Direktur Utama  Agus Susanto, Direktur Pelayanan, Krishna Syarif, dan Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi, Sumarjono

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, 

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, Direktur Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsostek Kementerian Ketenagakerjaan, Haiyani Rumondang, Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman Kementerian Keuangan, Made Arya Wijaya. Juga hadir dalam webinar, Deputi Komisioner Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank, Moch Ihsanuddin, perwakilan dari DJSN, Paulus Agung Pambudi, dan perwakilan dari Ombudsman, Laode Ida.

Lebih lanjut Sumarjono mengatakan bahwa saat ini BPJamsostek terus berusaha untuk dapat beradaptasi dan perkembangan BPJamsostek dalam menerapkan teknologi dinilai sangat baik. “Mulai dari sistem administrasi kepesertaan, pengajuan klaim hingga aplikasi mobile yang mendukung berbagai fitur tambahan untuk memenuhi kebutuhan peserta. Semua telah diterapkan di BPJamsostek dan berjalan dengan baik. Termasuk juga dengan sistem yang digunakan oleh protokol Lapak Asik, semua dikembangkan dan dikelola oleh internal BPJamsostek,” ujar Sumarjono.

Disisi lain, BPJamsostek tetap memberikan pilihan layanan offline kepada peserta jika mereka menemui kendala dalam mengajukan aplikasi melalui Lapak Asik. Layanan One to Many diharapkan menjadi solusi untuk dapat mengakomodir kendala yang dialami peserta.

“Kami bahkan telah membuka layanan offline di Kantor-kantor Cabang dengan tetap berpedoman pada kebijakan PSBB. Layanan One to Many yang kami terapkan dinilai mampu memberikan layanan yang optimal dengan waktu yang efisien,” imbuh Agus.

Dan sejak diberlakukannya protokol Lapak Asik dan layanan One to Many, terjadinya peningkatan jumlah peserta BPJamsostek yang mendapat pelayanan. Jika sebelumnya pada masa-masa normal jumlah peserta yang dilayani sebanyak 8 ribu orang, di era new normal pekerja yang dilayani rata-rata mencapai 15 ribu orang. Bahkan pada tanggal 2 Juli, sempat mencapai lebih dari 16.800 orang per hari di seluruh Indonesia. Hal ini tidak lain karena adanya peningkatan kapasitas baik dari infrastruktur TI maupun personil yang bertugas di bagian Customer Service.

Senada dengan peningkatan layanan, terhitung hingga Juni 2020, jumlah pengajuan klaim JHT (Jaminan Hari Tua) mencapai 1,15 juta kasus atau meningkat 10% (yoy) dengan nominal mencapai Rp14,35 Triliun atau meningkat 16% (yoy). Jika dilihat dari pengajuan klaim sepanjang bulan Juni 2020, terjadi lonjakan sebesar 131% atau sebanyak 287,5 ribu dengan nominal Rp3,51 Triliun, dimana jumlah tersebut meningkat 129% lebih besar dibanding pengajuan klaim JHT sepanjang bulan Juni tahun 2019 yaitu sebanyak 124,5 ribu pengajuan klaim JHT.

Kondisi yang sama juga dirasakan oleh semua Cabang di Jawa Timur, salah satunya di Cabang SurabayaDarmo. Kepala Kantor Cabang Surabaya Darmo, Guguk Heru Triyoko mengatakan bahwa  layanan Lapak Asyik telah memudahkan peserta BPJamsostek untuk mendapatkan layanan. Bahkan jumlah mereka menjadi naik sepanjang masa pandemi ini. 

Sejak awal tahun hingga sampai bulan Mei 2020 Cabang Darmo telah membayar klaim dengan total Rp 78,288 miliar untuk pembayaran 6.985 klaim yang terdiri dari 455 klaim JHT, 3 klaim JKK, 124 JKK dan 9 JP," ujar Gaguk.

Gaguk mengatakan bahwa selama ini, BPJamsostek telah menghadirkan berbagai inovasi layanan agar tetap bisa diakses masyarakat dengan mudah saat masa pandemi Covid-19.  BPJamsostek juga telah melakukan pemantauan, seperti dengan menyelenggarakam webinar. 

"Ini diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan dengan menghadirkan Para Direksi dan Dewan Pengawas sebagai Speaker, kegiatan ini dapat diakses oleh umum melalui zoom maupun kenal youtube, pastinya akan sangat informatif sekali terutama bagi tenaga kerja yang akan melakukan transaksi di BPJS Ketenagakerjaan”, ungkap Guguk.

Agus Susanto dalam pidatonya menyampaikan pentingnya lembaga publik yang core valuenya adalah memberikan layanan kepada masyarakat untuk tetap dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan tetap memberikan pelayanan dalam kondisi apapun. 

“Pandemi Covid-19 ini tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi institusi seperti kami yang harus selalu siap memberikan layanan terbaik kepada pekerja yang merupakan peserta kami,” tutur Agus.

Melkiades selaku Wakil Ketua Komisi IX bersama dengan seluruh penanggap yang lain memberikan apresiasi atas langkah BPJqmsostek dalam memberikan pelayanan selama masa pandemi melalui mekanisme Lapak Asik. Secara spesifik Melki menekankan agar pihak BPJamsostek memperkuat mekanisme pelayanan baru ini dalam sebuah regulasi, sehingga menghasilkan keseragaman di seluruh kanal layanan BPJamsostek.

Senada dengan Melki, Laode Ida juga mengapresiasi dan telah membuktikan secara langsung kesuksesan pelayanan Lapak Asik di salah satu cabang BPJamsostek. Dirinya beranggapan mekanisme ini patut ditiru oleh institusi lain karena mampu menyederhanakan birokrasi dan kinerja dapat terukur dengan baik. Namun untuk terus menjaga kualitas layanan, BPJamsostek harus terus memperhatikan indikator kepuasan pelanggan baik melalui survey maupun melalui percakapan di media sosial.

Sementara itu, Haiyani Rumondang menanggapi pelayanan BPJamsostek yang sudah baik ini dengan apresiasi yang tinggi, namun BPJamsostek harus tetap memperhatikan tantangan-tantangan yang muncul nantinya dan tidak mengesampingkan kemudahan layanan pada program lainnya serta memberikan solusi atas keluhan peserta.

“Semoga kebaruan pelayanan di tengah pandemi yang kami terapkan ini dapat memberikan gambaran dan menjadi masukan institusi publik ataupun instansi lain dalam memberikan layanan kepada masyarakat, dan tidak menjadikan kondisi pandemi ini sebagai halangan untuk tetap dapat berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara,” pungkas Agus. kbc6

Bagikan artikel ini: