Semen Indonesia terapkan teknik reklamasi di lahan bekas tambang pabrik di Tuban

Jum'at, 10 Juli 2020 | 17:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG memutuskan untuk menerapkan teknik reklamasi dengan sistem baru di lahan pasca tambang pabrik Tuban, Jawa Timur. Teknik ini diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan saat pelaksanaan kegiatan operasi perseroan.

General Manager of Mining & Raw Material SIG, Musiran meyakini teknik baru yang mengaplikasikan sistem alur tersebut lebih ramah lingkungan dan efisien, jika dibandingkan dengan reklamasi yang telah umum dilakukan perusahaan semen.

"Jika menggunakan metode biasa, reklamasi dengan penanaman bibit pohon pada area satu hektar membutuhkan top soil mencapai 3.000 m3, namun dengan teknik alur ini kebutuhan top soil hanya 800 m3 dan tanpa mengurangi tingkat keberhasilan reklamasi," kata Musiran dalam siaran pers, Jumat (10/7/2020).

Dia menyebutkan, teknik yang menerapkan sistem alur dilakukan dengan membuat lubang berbentuk alur memanjang seperti parit. Musiran menjelaskan sebelumnya metode reklamasi pascatambang batukapur di pabrik Tuban dilakukan dengan menutup seluruh permukaan dengan top soil.

Musiran mengungkapkan, teknik reklamasi dengan sistem alur mampu menekan biaya hingga mencapai 63 persen dibanding sistem konvensional. Bahkan, tingkat keberhasilan reklamasi melalui sistem yang merupakan inovasi dari Semen Indonesia dan pertama di Indonesia ini bisa mencapai 85 persen.

Hingga saat ini Semen Indonesia telah mereklamasi lahan pascatambang seluas 271,5 hektar dengan tanaman Jati, Johar, Mahoni, Sengon, Flamboyan, Trembesi dan Kesambi. Jumlah pohon yang ditanam mencapai 419.091 batang.kbc11

Bagikan artikel ini: