Masuk tahun ajaran baru, nih kiat belajar online dengan keterampilan 5C

Senin, 13 Juli 2020 | 10:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Senin (13/7/2020) hari ini tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai. Karena masih di masa pandemi Covid-19, sekolah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah diminta menerapkan metode pembelajaran virtual atau belajar online guna mencegah penyebaran virus hingga Desember 2020. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim baru-baru ini juga mengumumkan bahwa sistem sekolah secara virtual hybrid akan diterapkan permanen di Indonesia. Guru dan orang tua pun dituntut bisa beradaptasi.

Dengan konsep pembelajaran secara daring ini, anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Itje Chodidjah menuturkan, salah satu adaptasi yang diperlukan adalah keterampilan 5C. Keterampilan 5C terdiri dari berpikir kritis (critical thinking), komunikasi (communication), kolaborasi (collaboration), kerativitas (creativity), dan karakter (character).  

"Keterampilan ini perlu diterapkan melalui proses pendidikan, oleh sebab itu guru perlu berlatih keterampilan 5C untuk agar mampu mengajar dan memodelkan kepada siswanya,” jelas Itje melalui keterangan tertulis Sampoerna Academy.

Sampoerna Academy School Director, Mustafa Guvercin menjelaskan, virtual schooling mengajak para siswa untuk belajar secara aktif  dengan pembelajaran materi  yang melibatkan diskusi, pemecahan masalah, menganalisis studi kasus, dan materi lainnya yang dirancang dengan paparan terbatas oleh guru, untuk siswa dari semua tingkatan.

"Siswa berpartisipasi dalam pembelajaran live via Google Meet bersama para wali kelas dan guru lainnya. Kami percaya bahwa peluang berharga untuk pembelajaran bisa didapat setiap harinya. Hal ini tecermin dalam nilai-nilai dan kegiatan untuk pembelajaran berkualitas tinggi,” kata Mustafa.

Bagaimana orang tua dapat membantu mengasah keterampilan 5C selama belajar online? Menurut psikolog, Jovita Maria Ferliana, mengasah keterampilan 5C siswa bukan merupakan tanggung jawab lembaga pendidikan saja, orang tua juga sebaiknya turut berperan dalam pendidikan anak mereka selama masa belajar. 

Berikut beberapa tips untuk para orang tua dalam mengasah keterampilan 5C pada anak selama belajar online.

1. Jangan lupa memberikan waktu istirahat dan mengajak anak meregangkan tubuh agar tetap bugar.

2. Mengajak anak untuk mengutarakan pendapat dan berpartisipasi aktif dalam diskusi dengan memberikan pendapatnya, termasuk menceritakan tantangan yang dihadapi selama virtual schooling.

3. Sekali-sekali, ajak anak untuk memilih permainan baru atau mengubah aturan permainan untuk mengasah kreativitasnya.

4. Luangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak tentang topik hangat atau tren terkini. Diskusikan setiap hari selama 30-60 menit bersama anak mengajaknya untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi dan untuk mengetahui tentang apa yang terjadi di sekitar.

5. Berikan kesempatan pada anak untuk berinteraksi dengan teman sekolah di luar jam virtual schooling, misalnya dengan TikTok Sharing, Video Chat, Instagram Live, dst.

6. Pastikan anak berpakaian rapi saat berinteraksi menggunakan video.

7. Orang tua menceritakan pengalaman yang dilalui hari ini dan tanyakan pendapat anak.

8. Tunjukkan pada anak tentang kebaikan, apa artinya dan mengapa kita perlu melakukannya. Selama masa karantina ini, perlihatkan juga kepadanya bahwa kebaikan dapat diberikan/diterima bahkan tanpa pertemuan tatap muka

"Misalnya berbagi kata-kata yang mendorong dan positif kepada teman-teman, membeli makanan tambahan untuk petugas pengiriman makanan, membuat kampanye via media sosial dengan teman sekelas, dan lain-lain," ucapnya.

8. Jangan memanjakan anak dengan kehidupan yang terlalu mudah. Tunjukkan kepada anak bahwa ketika dia membutuhkan sesuatu, dia perlu berusaha untuk mendapatkannya.

"Misalnya, ketika ingin meminjam bola saudara laki-lakinya, maka ia harus tahu cara bertanya atau bahkan bernegosiasi dengan saudaranya; atau bagaimana membuat teman sekelas setuju untuk bekerja sama dalam proyek sekolah," ujar Jovita.

Jovita mengatakan, anak juga perlu diajari tiga kata emas, yaitu: "tolong", "maaf", dan "terima kasih" sejak usia dini. Juga jelaskan kepada anak kapan dan mengapa menggunakan ungkapan-ungkapan itu. kbc10

Bagikan artikel ini: