BKPM sebut ekonomi RI bergantung kepada China, ini dampaknya

Senin, 13 Juli 2020 | 20:18 WIB ET
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyoroti tingginya ketergantungan perekonomian Indonesia terhadap China, termasuk dalam hal investasi. Bagaimanapun ketergantungan tersebut semestinya segera dievaluasi. Pasalnya, ketergantungan tersebut berdampak buruk pada Indonesia.

"Ketergantungan tersebut membuat ekonomi Indonesia rapuh. Ketika China lesu, ekonomi dalam negeri ikut melambat."Kami lihat kalau di China pertumbuhan ekonominya turun 1 persen itu berdampak 0,3 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia," ungkap Bahlil dalam webinar di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Di sisi lain, tingginya investasi China ke Indonesia juga mempengaruhi realisasi investasi di kuartal pertama 2020.BKPM mencatat total realisasi investasi pada Januari-Maret lalu mencapai Rp 210 triliun. Dari total investasi itu, Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 98 triliun (46,5 persen) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 112,7 triliun (53,5 persen).

"Kenapa PMA lebih sedikit dari PMDN? Kita tahu bahwa kuartal pertama konsolidasi perusahaan PMA baru kerja. Kedua untuk pengiriman barang China belum mengizinkan sehingga realisasinya lambat," tuturnya.

Bahlil berpendapat pandemi Covid-19 perlu mendorong pemerintah untuk menciptakan strategi serta mengevaluasi diri agar tak terlalu ketergantungan dengan Negeri Tirai Bambu."Saya tidak tahu awal mulanya kenapa kita ketergantungan seperti ini. Covid ini juga membawa berkah supaya kita mengevaluasi diri bahwa sebaik-baiknya sebuah negara tidak boleh tergantung juga pada negara lain," imbuh Bahlil.

Bahlil menambahkan selain mengevaluasi ketergantungan terhadap China, Indonesia juga perlu menjaga hubungan baik dengan negara lain seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang."Posisi Indonesia cenderung bergantung ke China. Tetapi mempertahankan hubungan baik dengan Amerika Serikat dan Jepang juga penting," tandasnya.

Bagikan artikel ini: