Rabu besok matahari tepat di atas Ka'bah, nih cara kalibrasi arah kiblat

Selasa, 14 Juli 2020 | 09:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pada Rabu (15/7/2020) besok matahari dipastikan tepat berada di atas Ka'bah. Umat Islam bisa melakukan kalibrasi arah kiblat.

Dalam setahun, matahari diketahui memang bergerak semu dari posisi 23,5 derajat Lintang Selatan (LS) ke 23,5 derajat Lintang Utara (LU) dan sebaliknya. 

Dalam keterangan resmi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, akibat gerak semu, pada tanggal tertentu matahari akan tepat berada di atas suatu bangunan atau kota yang posisinya berada di antara 23,5 derajat LS ke 23,5 derajat LU. 

Mengingat posisi Ka'bah, yang merupakan arah pusat kiblat bagi umat Islam, berada di 21 derajat 25’ 21” LU dan 39 derjat 49’ 34” BT, dalam setahun matahari akan tepat berada di atas Ka'bah sebanyak dua kali.  

Pada tahun ini, yang merupakan tahun kabisat, BMKG menyebutkan, mematahari akan tepat berada di atas Ka'bah pada tanggal:

27 Mei pukul 12.18 waktu Arab Saudi atau 16.18 WIB. Waktu toleransinya adalah pada 26-28 Mei.

15 Juli pukul 12.27 waktu Arab Saudi atau 16.27 WIB. Waktu toleransinya adalah pada 14-16 Juli

Pada waktu-waktu tersebut, menurut BMKG, umat Islam dapat melakukan kalibrasi arah kiblat. Hanya saja, BMKG mengingatkan, waktu kalibrasi arah kiblat tersebut terjadi pada saat matahari sudah terbenam di wilayah Indonesia Timur dan sebagian Indonesia Tengah. 

Karena itu, bagi umat Islam yang berada di wilayah Indonesia Timur dan sebagian Indonesia Tengah, perlu melakukan kalibrasi arah kiblat di selain waktu tersebut.  

Jadi, kalibrasi arah kiblat masyarakat lakukan saat matahari tepat berada di atas wilayah yang merupakan antipodal Ka'bah, yaitu di 21 derajat 25’ 21” LS dan 140 derjat 10’ 26” BB. 

BMKG memperkirakan, matahari akan tepat berada di atas antipodal Ka'bah pada 28 November pukul 00.09 waktu Arab Saudi atau 05.09 WITA atau 06.09 WIT. Waktu toleransinya adalah pada 27-29 November.

Proses kalibrasi, BMKG bilang, sama kecuali nomor 5 diubah menjadi menarik garis dari posisi alat ke ujung bayangan. Garis tersebut adalah arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi matahari saat tepat berada di atas antipodal Ka'bah. kbc10

Bagikan artikel ini: