Tak cocok di Indonesia, Garuda kurangi pesawat bombardier dan ATR

Rabu, 15 Juli 2020 | 10:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan sejumlah langkah untuk memperbaiki kinerja. Langkah yang ditempuh salah satunya dengan mengurangi penggunaan pesawat seperti Bombardier dan ATR.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, hal itu dikarenakan pesawat itu dianggap tidak cocok dengan Garuda.

"Dua-duanya (dikurangi) yang nggak terlalu cocok buat Garuda, Bombardier CRJ itu sama ATR," katanya di Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Dia menjelaskan, pesawat itu biasanya digunakan untuk penerbangan bolak-balik. Menurutnya tidak cocok dengan karakter orang Indonesia.

"Jadi gini kaya Bombardier itu kan kaya pesawat commuting, commuting itu artinya orang terbang dengan itu kalau bolak-balik. Pesawat itu bagus kalau 3 jam-an terbang sementara di Indonesia orang commuting cuma ke Bandung di luar itu orang nginep nggak commute," paparnya.

Tak hanya itu, dia bilang, orang Indonesia biasanya pergi dengan membawa muatan, sehingga diperlukan pesawat dengan ukuran lebih besar. "Pesawat itu kan bagasinya kecil makanya nggak cocok," ujarnya.

Untuk memperbaiki kinerja perusahaan, pihaknya juga melakukan restrukturisasi jangka waktu sewa pesawat.

"Kami juga melakukan restrukturisasi sewa pesawat dengan cara salah satunya memperpanjang jangka waktu penggunaan pesawat tersebut dan kemudian bisa berharap menurunkan sewa pesawat," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: