Enam wilayah di Jatim ini masih zona merah Covid-19

Rabu, 15 Juli 2020 | 11:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengumumkan data terbaru mengenai pemetaan zonasi risiko daerah di seluruh kabupaten/kota di Indonesia dari paparan virus corona atau Covid-19.

Di Provinsi Jawa Timur, Gugus Tugas mencatat hingga 12 Juli 2020, wilayah di Jawa Timur dengan tingkat risiko tinggi penyebaran virus corona atau zona merah virus corona tinggal tersisa enam wilayah, yakni Bojonegoro, Gresik, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

Sebagai catatan pada pekan sebelumnya per 5 Juli masih ada 13 wilayah dengan status risiko tinggi atau zona merah di Jawa Timur, yakni Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar Bojonegoro, Jombang, Kota Batu, Kabupaten Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Pamekasan, Sampang dan Sidoarjo.

Sementara wilayah di Jawa Timur yang masuk dalam zona risiko rendah cuma ada tiga tempat yakni Banyuwangi, Bondowoso, dan Madiun.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, sejak pertama kali zonasi diumumkan yaitu 31 Mei 2020 hingga saat ini, terjadi perkembangan yang membaik.

"Selama tujuh pekan terakhir terjadi perkembangan yang sangat signifikan, Jika di akhir Mei zona merah (risiko tinggi) tersebar di 108 kabupaten/kota, kini per tanggal 12 Juli 2020 zona merah hanya tersebar di lima puluh lima kabupaten /kota," kata Wiku Adisasmito ketua tim pakar Gugus Tugas saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Selasa (14/7/2020).

Wiku menghimbau kepada kepala daerah untuk meningkatkan pemeriksaan, pelacakan dan pengobatan di delapan provinsi yang sebelumnya di sebut oleh Presiden Joko Widodo guna menurunkan jumlah kasus di tiap provinsinya.

"Perlu ditingkatkan tiga T, Testing, Tracing dan Treatment. Dengan harapan kasus ini akan bisa menurun dan lebih baik dan kondisi Indonesia secara keseluruhan lebih baik," jelasnya.

Dia juga berpesan perlunya kerjasama antarpihak agar selalu menerapkan protokol Kesehatan dimanapun dan kapanpun.

"Pimpinan daerah dan masyarakat mari bekerja sama agar seluruh wilayah di Indonesia menjadi membaik dengan cara menerapkan protokol Kesehatan yang dijalankan secara individu ataupun kolektif," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: