Fatwa MUI tentang penyembelihan hewan kurban di tengah pandemi Covid-19

Rabu, 15 Juli 2020 | 12:40 WIB ET
(ilustrasi)
(ilustrasi)

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 tentang Salat Iduladha dan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Wabah Covid-19. Fatwa menekankan pentingnya proses penyembelihan dengan saling menjaga jarak dan meminimalisasi terjadinya kerumunan.

"Selama kegiatan penyembelihan berlangsung, pihak pelaksana harus menjaga jarak fisik, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun selama di area penyembelihan," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Asrorun Niam Sholeh, dalam keterangan pers, Rabu, 15 Juli 2020.

Fatwa juga mengatur pendistribusian daging kurban. Petugas yang mengantarkan daging kepada penerima mesti memperhatikan protokol kesehatan sebelum pulang ke rumah masing-masing. Fatwa menekankan pentingnya proses penyembelihan dengan saling menjaga jarak dan meminimalisasi terjadinya kerumunan.

MUI menganjurkan penyembelihan kurban bekerja sama dengan rumah potong hewan. Ini sesuai Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009 tentang Standard Sertifikasi Penyembelihan Halal.

"Apabila ketentuan seperti itu tidak dapat dilakukan, maka penyembelihan dilakukan di area khusus dengan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan, aspek kebersihan, dan sanitasi serta kebersihan lingkungan," ucap Asrorun.

Pelaksanaan penyembelihan herwan kurban bisa memaksimalkan keluasan waktu selama empat hari. Empat hari yang dimaksud yakni sejak Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah hingga 13 Zulhijah.

"Pemerintah memfasilitasi pelaksanaan protokol kesehatan dalam menjalankan ibadah kurban agar dapat terlaksana sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan terhindar dari potensi penularan covid-19," ujar Asrorun. kbc10

Bagikan artikel ini: