Honda sebut penjualan mobil mulai berangsur membaik

Rabu, 15 Juli 2020 | 14:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Honda Prospect Motor (HPM) melihat ada tanda-tanda pemulihan pasar otomotif di Tanah Air. Kondisi pasar otomotif yang berangsur membaik sudah mulai dirasakan agen pemegang merek (APM) mobil Honda tersebut sejak Juni 2020 lalu.

Business Innovation and Sales & Marketing Director HPM Yusak Billy mengatakan, angka penjualan ritel mobil Honda mencapai sebanyak 2.488 unit. Angka ini melonjak drastis bila dibandingkan dengan realisasi volume penjualan Honda yang hanya mencapai 1.855 unit di bulan April 2020 dan 1.291 unit di bulan Mei 2020.

Billy optimistis, tren permintaan mobil yang membaik masih akan berlanjut pada Juli 2020. Hal ini menurutnya tercermin dari booking untuk surat pemesanan kendaraan atau SPK yang sudah masuk.

“Untuk bulan Juli ini juga terlihat booking trend yang meningkat dibandingkan periode minggu pertama bulan lalu,” kata Billy.

Angka penjualan yang membaik diduga dipicu oleh meningkatnya aktivitas dan mobilitas konsumen di era normal baru atau new normal serta adanya relaksasi pemberian kredit kendaraan bermotor (KKB) dari pihak perusahaan pembiayaan atau leasing.

Billy bilang, saat ini sebagian besar leasing yang bekerjasama dengan HPM sudah dapat memberikan syarat uang muka alias down payment (DP) di kisaran 20%-25%, beberapa di antaranya bahkan berani menawarkan pembelian kredit dengan DP hingga 15% untuk konsumen tertentu. 

Besaran DP ini relatif lebih rendah bila dibandingkan DP perusahaan pembiayaan yang sebelumnya berkisar 40%-50%.

Sejalan dengan tren pemulihan pasar, HPM juga sudah mulai kembali melakukan produksi pada Juli 2020 ini. Asal tahu saja, sebelumnya HPM sempat menghentikan kegiatan produksinya untuk sementara pada April hingga akhir Juni 2020 lalu. Kala itu, penjualan Honda di pasar domestik hanya mengandalkan ketersediaan pasokan unit yang sudah diproduksi sebelumnya.

Meski sudah mulai kembali melakukan produksi, volume produksi HPM di bulan Juli 2020 diperkirakan masih dilakukan dalam jumlah terbatas untuk menjaga agar stok unit mobil tidak berlebih di tingkat diler.

Proyeksi Billy, dari total kapasitas produksi terpasang sebesar 200.000 unit per tahun, utilisasi produksi HPM masih akan berada di bawah 10%. Ke depannya, utilisasi produksi mobil Honda akan terus disesuaikan dengan perkembangan pasar yang ada.

Billy tidak menampik bahwa penghentian produksi sementara bisa saja kembali dilakukan apabila memang diperlukan. Pasalnya, risiko pasar otomotif untuk kembali terpuruk masih mengintai.

Kendati demikian, Billy menyatakan pihaknya akan menghindari opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan kalaupun situasi memburuk. Sebaliknya, efisiensi akan dilakukan dalam hal aspek lainnya, kalaupun memang diperlukan.

“Efisiensi yang kami lakukan dapat meliputi banyak proses, antara lain dengan penyesuaian tingkat produksi, penekanan biaya operasional, penyesuaian strategi promosi, dan sebagainya,” ujar Billy. kbc10

Bagikan artikel ini: