Optimalisasi sertifikasi aset, PLN gandeng Kantor Pertanahan se-Jatim

Rabu, 15 Juli 2020 | 19:59 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PLN UID Jawa Timur, PLN UIP JBTB I, PLN UIP JBTB II, PLN UIT JBTB melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan 39 Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, Rabu (15/7/2020). Tujuan penandatanganan perjanjian untuk mempercepat proses sertifikasi aset, pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, dan penyelesaian permasalahan pertanahan.

Acara ini dihadiri oleh General Manager PLN UID Jawa Timur, Nyoman S. Astawa, General Manager UIT JBTB, Suroso, General Manager UIP JBTB I dan II, Djarot Hutabri, Senior Manager General Affairs UID Jatim, A Rasyid Naja, Senior Manager SDM dan Umum UIT JBTB, Dwi Sugeng P, Senior Manager Pertanahan dan Komunikasi UIP JBTB II, Ratih Kusuma Dewi  serta Plt. Kakanwil BPN Prov Jatim, Virgo Eresta Jaya, Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya I, Muslim Faizi, Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo, Humaidi, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lamongan, R. Agus Mahendra.

Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU antara Direktur Utama PLN dengan Menteri ATR/BPN pada tanggal 12 November 2019 dan penandatanganan PKS antara General Manager Unit Induk PLN se-Indonesia dengan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi di seluruh Indonesia pada tanggal 27 November 2019 lalu.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Nyoman S. Astawa menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan wujud kesungguhan PLN dalam mengamankan, memelihara, dan mendayagunakan aset tanah, properti yang dimiliki PLN untuk penyediaan tenaga listrik yang andal bagi seluruh pelanggan PLN. Jumlah aset di PLN Jawa Timur sebanyak 14.393, yang belum bersertifikat sebanyak 8.801 atau sebanyak 61%, sedang dalam proses sebanyak 1240, dan rencana baru sebanyak 2.038.

"Saat ini PLN masih memiliki permasalahan berkaitan dengan sertifikasi aset-aset PLN. Semoga nantinya dengan bantuan Kantor Pertanahan Jawa Timur bisa segera tersertifikasi agar hak kepemilikan bisa terbebas dari sengketa pihak lain. Termasuk dengan proses pengadaan dan proses sertifikasi lahan-lahan yang diperlukan dalam rangka pembangunan infaktrustur di Jawa Timur. Saat ini PLN terus membangun transmisi untuk memperkuat jaringan di Jawa Timur dan melayani calon-calon pelanggan daya diatas 30 MVA yang dilayani dengan layanan tegangan tinggi hingga PLN harus bangun transmisi di dekat pelanggan tersebut. Mohon dukungannya untuk memperlancar pembangunan ini,” tandas Nyoman.

Menyambut dengan positif, Plt. Kakanwil BPN Provinsi Jatim, Virgo Eresta Jaya memaparkan pihaknya membuka akses terhadap legalisasi setinggi-tingginya. “BPN berharap 4 tahun kedepan Indonesia sudah terinklusi dengan sertifikat hak atas tanah.  Penandatangan Kerjasama ini sejalan dengan misi BPN yaitu melakukan sertifikasi tanah di Indonesia termasuk PLN. 14000 tanah PLN sudah selesai sertifkasi, sisa 26% tanah lagi. Tahun ini persyaratan sudah diminimalisasi untuk sertifikasi tanah karena BPN juga ingin mempermudah dalam memberi pelayanan seperti PLN. Untuk disertifikasi kami mengutamakan tanah yang sudah dikuasai. Semoga kedepannya kerjasama ini dapat memberikan manfaat bagi PLN dan BPN secara keseluruhan,” terang Virgo.kbc6

 

Bagikan artikel ini: