Baru capai 9,98 ton hingga Mei, produksi emas RI tahun ini tak semoncer 2019

Jum'at, 17 Juli 2020 | 15:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Produksi emas nasional pada tahun ini diprediksi mengalami penurunan dari pencapaian 2019 yang sebesar 109,02 ton. Pandemi Covid-19 disinyalir ikut mempengaruhi kegiatan pertambangan di Indonesia, termasuk emas.

Hingga Mei 2020, realisasi produksi emas nasional baru mencapai mencapai 9,98 ton. "Kira-kira sampai akhir tahun tidak terlalu jauh dari 100 ton emas," ujar Staf Khusus Menteri ESDM Irwandy Arif dalam Zoom Session dengan tema 'Perusahaan Pertambangan dan Energi di Tengah Pandemi: Regulasi Pemerintah, Apa yang Harus Dilakukan Saat Ini dan Masa Depan', Kamis (16/7/2020).

Produksi emas nasional per tahun mencapai 100 ton. Dengan jumlah produsen sekitar 28 perusahaan di seluruh Indonesia. PT Freeport Indonesia menjadi penyumbang produksi emas terbesar secara nasional. Dengan total produksi mencapai 80 ton per tahun.

Namun kini perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang menggali tambang emas di Papua tersebut tengah memasuki masa transisi dari tambang terbuka (open pit) ke tambang bawah tanah (underground). Kondisi ini akan mempengaruhi produksi emas nasional.

"Freeport belum bisa normal sampai akhir tahun, tentu hal akan berdampak pada produksi emas nasional, turunnya berapa, tentu harus dicek semua perusahaan, tapi saya kia tidak jauh dari 100 ton," kata Ketua Indonesian Mining Institute ini.

Mengutip data Kementerian ESDM, realisasi produksi emas pada tahun 2019 yang sebesar 109,02 ton, sejatinya lebih rendah dari capaian 2018 sebesar 135,25 ton. Bila pada tahun ini turun maka produksi emas nasional 3 tahun mencatatkan penurunan dalam 3 tahun berturut-turut.

Pertambangan emas juga menjadi salah satu sektor yang terdampak Covid-19. Operasi penambangan bijih emas dan pemurnian menjadi dore bullion masih berjalan normal, belum ada pembatasan.

"Operasi pemurnian Dore Bullion menjadi emas pada fasilitas Logam Mulia Antam berhenti 27 Maret sampai 5 April 2020, dan akan beroperasi secara terbatas pada 6 April 2020," jelas dia.

Kemudian seluruh produksi Dore bullion tidak dapat dimurnikan menjadi emas 99,99p persen Au akibat tidak beroperasinya LM Antam.

"Sehingga seluruh penambang emas (KK & IUP) hanya melakukan penjualan dari stock yang terbatas (pendapatan menurun)," dia menandaskan. kbc10

Bagikan artikel ini: