RI gencarkan promosi ekspor mamin ke Kanada

Jum'at, 17 Juli 2020 | 18:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver  menggelar penjajakan kesepakatan dagang temu bisnis (business matching) secara virtual antara pelaku usaha dan eksportir Indonesia.

Adapun produk yang ditawarkan umumnya jenis makanan dan minuman (mamin) antara lain kopi, teh, minuman jahe, bumbu masak, berbagai saus siap pakai, rempah-rempah, makanan laut, keripik, mi instan, sarang burung walet, dan produk berbahan baku gula (confectionery products).

“Kementerian Perdagangan terus menggencarkan strategi pengembangan ekspor di tengah pandemi Covid-19. Business matching virtual ini menjadi salah satu langkah yang tepat di tengah pembatasan pertemuan tatap muka,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Dirjenl Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menuturkan saat ini industri mamin olahan menghadapi tantangan ekspor yang cukup berat karena pandemi Covid-19 menyebabkan pembatasan sosial."Kebijakan karantina yang diberlakukan banyak negara tujuan ekspor, termasuk negara-negara pemasok bahan baku di dunia, tidak menyurutkan semangat ekspor produk mamin olahan Indonesia. Kami yakin produk mamin olahan Indonesia tetap sangat dibutuhkan pasar dunia," ujarnya.

Kemendag, kata Kasan, akan terus mendorong pengembangan ekspor mamin untuk mengawal kinerja ekspor khususnya di tengah pandemi Covid-19.Untuk persiapan business matching ini, Kemendag telah menyampaikan profil masing-masing pelaku usaha sehingga eksportir dan importir dapat menjalin komunikasi sejak awal sebelum hari pelaksanaan kegiatan. “Persiapan satu langkah lebih awal ini diharapkan akan menghasilkan transaksi lebih besar," imbuh Kasan.

Catatan Kemendag , Indonesia menempati peringkat ke-31 sebagai negara asal impor Kanada. Total perdagangan kedua negara periode Januari-Mei 2020 mencapai US$974,65 juta. Nilai ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang mencapai US$1,26 miliar.

Sedangkan total perdagangan tahun 2019 sebesar US$ 2,69 miliar. Lima produk ekspor utama Indonesia ke Kanada yaitu produk karet, alas kaki olahraga, kakao, ban,dan kertas.kbc11

Bagikan artikel ini: