Masuki new normal, pencarian properti di platform digital melonjak 65 persen

Sabtu, 18 Juli 2020 | 11:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Memasuki adaptasi kenormalan baru berbagai sektor perekonomian perlahan mulai berbenah. Begitupula dengan sektor properti menunjukkan harapan positif.

“Berdasarkan riset pasar yang dilakukan Tim Analisis 99 Group di masa new normal , tercatat tren suplai dan pencarian mengalami peningkatan konstan pada Mei ke Juni. Ini menunjukkan asa terhadap sektor properti kian membaik,” ujar Country Manager 99 Group Indonesia Maria Herawati dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat  (17/7/2020).

Riset ini dilakukan  99 Group yang merupakan platform properti terbesar di Indonesia dengan 12 juta traffic bulanan, 160.000 agen aktif dan 250.000 permintaan bulan. Pencarian properti berasal dari portal 99.com dan rumah123.com didominasi masyarakat yang berlokasi di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Depok, Makassar dan Bekasi.

Menurutnya pada kuartal II/2020 pencarian di segmen properti di Jakarta mengalami kenaikan hingga 40,18% dibandingkan kuartal I /2020. Sementara pencari properi yang berdomisili di Depok mengalami kenaikan 6,14%.

Tim analis 99 Group mencatat pencairan seluruh tipe properti menukik turun hingga 30% di bulan Maret–April 2020. Hal itu tidak terlepas dari  kebijakan pemerintah yang menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) guna menekan penyebaran virus covid 19. “Tapi dari sisi suplai properti masih tumbuh tipis kurang dari lima persen,” ujar Maria.

Akibat pandemi ini, terjadi penurunan listing terjual sekitar 56% di bulan Maret. Namun berubah positif berkat naiknya solid listing hingga 70% dari April ke Juni 2020.Seiring memasuki New Era yang ditetapkan pemerintah, Maria menambahkan, khusus di bulan Juni saja kenaikan pencarian properti meningkat 65%. Begitu juga dari sisi suplai meningkat 50%.

“Untuk rumah tapak selalu menjadi primadona pencarian antara tipe properti. Meski tidak menutup fakta pencairan rumah pun mengalami koreksi akhir kuartal I/2020. Penurunan pencarian rumah sebesar 30%,” terangnya.

Adapun mulai April ke Mei 2020, sambung Marisa, terjadi perubahan positif . Tim menemukan kenaikan pencarian hingga 60%. Khusus di bulan Juni mengalami kenaikan 50%. “Untuk suplai apartemen dan ruko juga turun 50% di Maret. Namun di akhir PSBB Juni 2020, trend pencairan mengalami naik 30%. Dari sisi suplai ruko naik 70%,” terangnya.

Adapun , untuk suplai tanah mengalami terjun bebas hampir 90%  dari Januari ke Februari 2020. Pencairan tanah baru mulai rebound sebsar 30% dari Mei ke Juni 2020 dan suplai pun naik tajam 60%. Mari menyebutkan konsumen lebih banyak mencari ke properti dengan harga kurang dari Rp 300 juta.

Sementara dari sisi suplai , properti dengan harga rentang Rp 2 miliar-Rp 5 miliar paling mendominasi dengan porsentase 22,5% “Dari segi suplai terjadi peningkatan untuk properti dengan rentang harga Rp 5 miliar–Rp 10 miliar pada kurtal II 2020. Meningkat menjadi 10,4% dari sebelumnya 6,4%. Sementara untuk properti harga kurang dari Rp 300 juta justru menurun dari 18,3% menjadi 14,9%,”beber Maria.

Perlu digarisbawahi adalah pertumbuhan lebih dari Rp 100% untuk trend pencarian properti rentang Rp 300-Rp 500 juta dari Mei ke Juni 2020. Sementara dari segi suplai , properti di harga di bawah Rp 300 juta naik 40 %  dan properti rentang harga Rp 2 miliar- Rp 5 miliar naik 50%.

Riset ini juga menyebutkan properti yang paling diincar di masa new normal adalah Jakarta Selatan (19,5%), Tangerang (16,5%), Bandung (15,4%), Jakarta Barat (9,4%) dan Jakarta Timur (8,9%). Dari sisi suplai poperti terbanyak terdapat di Bandung (22,2%), Jakarta Utara (17,7%), Surabaya (16,2%) , Bekasi (10%) dan Jakarta Selatan (8,9%). kbc11

Bagikan artikel ini: