Pola belanja bergeser, penjualan marketplace bertumbuh pada Juni 2020

Selasa, 21 Juli 2020 | 10:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Altivitas berbelanja di marketplace masyaraka Indonesia terus mengalami kenaikan. Apalagi saat masyarakat melakukan work from home (WFH) beberapa bulan terakhir akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), total nilai penjualan 4 marketplace terbesar di Indonesia pada bulan Juni 2020 sebesar Rp 20,64 triliun atau meningkat 2,79% mom dari Mei 2020 yang sebesar Rp 20,08 triliun.

Demikian juga dengan total nilai penjualan 14 marketplace terbesar di Indonesia, tercatat sebesa Rp 24,24 triliun atau meningkat 0,68% mom dari total nilai penjualan pada Mei 2020 yang sebesar Rp 24,07 triliun.

Menurut ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, peningkatan total nilai penjualan marketplace memang menunjukkan kalau ada pergeseran piola masyarakat untuk membeli barang secara online.

Sayangnya, ia melihat kalau pergeseran pola belanja secara online lebih banyak terjadi di segmen kelas menengah atas dengan koneksi internet yang stabil dan pendapatan yang masih terjaga.

"Sementara masyarakat menengah ke bawah memang cenderung menahan belanja karena menjadi korban utama dari hilangnya pendapatan dan pekerjaan akibat Covid-19," kata Bhima, Senin (20/7/2020).

Bhima pun melihat kalau preferensi masyarakat untuk belanja online juga didukung oleh adanya Covid-19. Katanya, saat kasus Covid-19 masih tinggi, akan terjadi pergeseran ke belanja online bahkan dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun, bisa kembali ke pola berbelanja secara offline saat kasus Covid-19 melandai.

Akan tetapi, Bhima pun mengingatkan kalau meski penjualan secara online meningkat terus, kontribusinya tetap masih lebih kecil dibandingkan dengan penjualan ritel.

Bahkan menurut data dari We Are Social pada April 2020, kontribusi penjualan lewat e-commerce terhadap penjualan ritel hanya sebesar 5%. kbc10

Bagikan artikel ini: