Tahap awal, Bio Farma siap produksi 40 juta dosis vaksin Covid-19

Rabu, 22 Juli 2020 | 10:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Usaha Milik Negara bidang farmasi PT Bio Farma (Persero) menargetkan dapat memproduksi 40 juta dosis vaksin virus covid 19 pada tahap awal. Perusahaan siap memproduksi setelah uji klinis selesai dan surat izin edar diterbitkan oleh pemerintah.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan jumlah produksi vaksin virus corona akan ditingkatkan secara bertahap. Setelah 40 juta dosis, perusahaan akan menaikkannya menjadi 100 juta dosis per tahun dan maksimal 250 juta dosis per tahun.

"Tapi untuk tahap pertama sesuai target penyelesaian uji klinis Januari 2021, pada saat selesai uji klinis dan izin edarnya keluar, kami sudah menargetkan untuk bisa selesai sekitar 40 juta dosis per tahun," ungkap Honesti dalam video conference, Selasa (21/7/2020).

Honesti mengungkapkan vaksin virus corona didatangkan dari Perusahaan Sinovac, China. Bio Farma telah menerima kiriman vaksin tersebut pada Minggu (19/7/2020) lalu sebanyak 2.400 vaksin. "Vaksin yang kami terima hari Minggu kemarin dari China kami simpan sesuai ketentuan standar internasional," tutur Honesti.

Perusahaan akan mengambil sampel sebanyak 1.620 subjek dengan rentang usia 18 tahun sampai 59 tahun untuk uji klinis tahap ketiga. Uji klinis ini ditargetkan selesai awal 2021.

"Sekarang masih di Bio Farma statusnya. Distribusi (vaksin) akan berkoordinasi dengan tim peneliti Universitas Padjadjaran untuk tempat distribusinya," terang Honesti.

Kesempatan sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengingatkan agar masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat. Sebab, vaksin virus corona baru bisa diproduksi tahun depan.

"Jadi dari sekarang sampai awal tahun depan penting sekali untuk disiplin. Adaptasi normal baru bukan berarti kita bebas semaunya  seperti masa lalu. Protokol kesehatan tetap harus dilakukan seperti pakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak harus dijalankan," kata Erick.

Ia menyatakan Bio Farma juga akan memproduksi obat untuk terapi kesembuhan virus corona. Namun, untuk obat pasti dari wabah tersebut belum ada. "Tetapi terapi kesembuhan kita terus lakukan dan Insyaallah sesuai dengan komitmen daripada pemerintah dan Pak Presiden, kami akan lakukan ini sebaik-baiknya," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: