Wow! Harga emas berpotensi sentuh Rp1 juta/gram, ini penyebabnya

Rabu, 22 Juli 2020 | 11:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Emas atau logam mulia diyakini menjadi salah satu investasi yang menggiurkan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Bahkan harga emas berpotensi menyentuh angka Rp 1 juta per gram. Data per Rabu (22/7/2020) hari ini, harga emas sudah mencapai Rp 982.000 per gram, melonjak Rp 19.000 dibanding harga pada Selasa (21/7/2020) kemarin yang di angka Rp 963.000 per gram.

Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, harga emas Antam selama setahun terakhir memang terus meningkat.

Peningkatan harga emas bahkan mencapai 31,2 persen, mengalahkan keuntungan aset lainnya seperti deposito bank dengan bunga berkisar 5 persen atau surat utang pemerintah yang imbal hasilnya 7 persen.

"Emas menjadi salah satu instrumen yang paling menarik saat terjadi tekanan ekonomi. Emas mudah dibeli, tahan terhadap inflasi dan harganya cenderung naik," ujar Bhima, Selasa (21/7/2020).

Kata Bhima ada banyak faktor menyebabkan harga emas terus menanjak. Salah satunya bank sentral di banyak negara sedang agresif memborong emas sejak pertengahan 2019 dan Bank Sentral AS mengeluarkan stimulus untuk menggerakkan perekonomian yang lesu akibat pandemi covid-19 di hampir seluruh dunia.

Bank Indonesia, lanjutnya, melakukan formula serupa terhadap kepemilkan emas. "Pada Juni 2020 tercatat kepemilikan emas moneter BI sebesar 4,47 miliar dolar AS atau naik 2,98 persen month-on-month dari bulan sebelumnya yang sebesar 4,35 miliar dolar," kata Bhima.

Sementara SVP Corporate Secretary PT Antam, Kunto Hendrapawoko mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah penyesuaian terhadap kondisi pasar di era normal baru.

Salah satunya adalah penjualan emas secara daring dan pemesanan serta transaksi buyback melalui Whatsapp.

"Untuk logam mulia yang telah dibeli melalui sistem online ini, pelanggan dapat mengambil emas tersebut di Butik Emas Logam Mulia yang saat ini beroperasi secara terbatas atau dikirim melalui jasa ekspedisi yang bekerjasama dengan perusahaan. Sementara untuk buyback dapat dilakukan di butik setelah melakukan janji temu melalui whatsapp sebelumnya," ujarnya.

Menyadari besarnya potensi penipuan dalam proses jual-beli emas, Kunto mengimbau bahwa PT Antam memberlakukan sistem jual-putus dan tidak pernah melayani transaksi retail dengan sistem pre order atau lelang.

"Kami menyarankan agar masyarakat membeli emas dari sumber yang jelas secara cash and carry. Bisa dari Antam atau perusahaan reseller Antam," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: