Ikatan Ahli Tekstil gandeng kampus Unesa

Rabu, 22 Juli 2020 | 18:36 WIB ET

SURABAYA - Kesenjangan atau gap antara industri tekstil dan fashion desain masih kerap terjadi. Hal ini menyebabkan produk yang dihasilkan industri tekstil lokal justru tidak terserap di dalam negeri. 

"Sebetulnya fashion desain ini yang nge-drive industri tekstil karena dia yang di hulu. Fashion desain yang menciptakan trend. Kalau tidak sesuai trend, kami takut apa yang kami produksi tidak sesuai dengan selera pasar," kata Penasehat Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (Ikatsi) Lukas Lestiyana Prawoto saat penandatanganan MOA dengan Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Surabaya, Senin (21/7/2020). 

Lukas menambahkan, selama ini kebutuhan tekstil untuk industri fashion masih banyak menggunakan produk impor. Akibatnya produk tekstil dalam negeri tidak terserap dan harus diekspor.

"Butuh kerjasama antara pemerintah, dunia industri dan dunia pendidikan. Link and match ini salah satu solusi agar produk fashion based on produksi dalam negeri," ujarnya. Ia berharap mahasiswa atau desainer muda bisa mengangkat  kearifan budaya lokal sehingga industri dalam negeri juga terangkat. 

Yang kedua, dengan link and match maka ada transformasi proses edukasi praktis. Misalnya saja penggunaan istilah antara dunia fashion dan industri tekstil yang sering kali menimbulkan kebingungan. 

Dekan Fakultas Teknik Unesa, Maspiyah menambahkan, MOA dilakukan dalam rangka penerapan kurikulum merdeka yang telah dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Dalam kurikulum merdeka mahasiswa bisa melaksanakan kegiatan di luar kampus selama 2 semester. 

"lmplementasi kurikulum kami salah satunya memilih kegiatan magang atau PKL dl industri busana, baik butik maupun garmen di Surabaya dan Jawa Timur. Sehingga melalui bekerja sama dengan IKATSI kami akan dibantu menempatkan mahasiswa magang di industri yang tergabung dalam asosiasi IKATSI," ujarnya. 

Selain itu khusus untuk program vokasi yaitu program studi D4 Desain Mode (Fashion Design) harus dikawinkan dengan industri. Kerjasama tersebut dapat dimulai dari penyusunan kurikulum, penerimaan mahasiswa magang, dosen tamu dari industri, pelaksanaan penelitian kolaborasi dengan industri, kegiatan pengabdian masyarakat, serta penerimaan karyawan dari lulusan Unesa jika industri membutuhkan. 

Maspiyaj menambahkan, sebenarnya sebelum penandatangan MoA ini, sudah ada implementasi kegiatan antara dua lembaga. Pada 16 Juli lalu pihak IKATSI sudah menjadi nara sumber seminar atau kuliah onIine dengan topik ‘Sustainable Fashion’ yang diikuti mahasiswa, dosen, alumni dan umum. kbc9

Bagikan artikel ini: