Minat melonjak saat pandemi, bisnis laundry koin gencar ekspansi

Rabu, 22 Juli 2020 | 22:02 WIB ET

SIDOARJO, kabarbisnis.com: Penyebaran wabah virus corona (Covid-19) membuat masyarakat meningkatkan dalam menjaga kebersihan, baik makanan, tubuh, pakaian, perlengkapan rumah tangga, dan sebagainya. Salah satu yang banyak dilakukan adalah dengan sering ganti pakaian dan membawa pakaiannya ke tempat laundry namun yang bisa dilakukan sendiri.

Pilihannya adalah laundry koin, yang notabene bisa melakukan sendiri layanan cuci di mesin cuci. Ini tentu menjamin barang/pakaian miliknya tercampur dengan barang orang lain.

Hendra Utama selaku pimpinan surabayacoinlaundry.com sekaligus perwakilan mesin cuci IPSO wilayah Jawa Timur mengakui, sejak pandemi Covid-19, masyarakat memilih lebih selektif dalam menggunakan jasa cuci pakaian alias laundry. Karena mereka selain khawatir bajunya tercampur dengan milik konsumen lain, juga cara pengeringannya yang kadang diangin-anginkan yang tak menutup kemungkinan terkena bakteri atau virus.

"Oleh karena itu, mereka memilih laundry yang bisa ditunggu dan melakukan layanan sendiri di tempat usaha laundry koin. Selain tarifnya yang murah, juga higienis, dan cepat," katanya di sela pembukaan Laundry Express di Jl. Aryo Bebangah, Wage, Sidoarjo, Rabu (22/7/2020).

Dengan kondisi itu, lanjut dia, minat investor untuk membuka usaha laundry koin yang dikelolanya terus meningkat. Saat ini saja, mitra investor dari surabayacoinlaundry.com di Jawa Timur sudah sekitar 15 outlet yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Gresok, hingga Probolinggo.

"Dan dua outlet yang hari ini serentak melakukan pembukaan adalah Laundry Express yang di kawasan Aloha Sidoarjo ini dan di Kampung Malang Tengah Surabaya. Ini membuktikan bahwa permintaan akan laundry koin selama pandemi juga terus mengalir," tandas Hendra.

Sementara itu owner Laundry Express, Lina menuturkan, potensi pasar laundry koin di Surabaya dan sekitarnya masih besar. Terutama di kawasan pusat kegiatan usaha, pemukiman padat penduduk, atau di kawasan kampus.

"Sebelumnya kami sudah memiliki tiga outlet di Surabaya dengan brand Saiki Laundry. Melihat animo masyarakat tinggi bahkan saat PSBB (pembatasan sosial berskala besar, red) beberapa waktu lalu, makanya kami ekspansi dua outlet sekaligus," ucapnya.

Selain biaya yang murah, yakni hanya Rp 10.000 untuk cuci dan Rp 10.000 untuk pengeringan untuk maksimal 7 kilogram pakaian, proses cuci juga relatif cepat, yakni 30 menit untuk cuci dan pengeringan hanya 45 menit. Artinya hanya dalam waktu 1,5 jam pakaian bersih sudah siap kembali dipakai.

"Dan dalam rangka pembukaan outlet Laundry Express ini kami menggelar promo hanya Rp 10.000 untuk cuci dan kering plus konsumen mendapatkan gratis disinfektan, sehingga cucian pakaian lebih higienis dan aman," ujar Lina.

Dia mengaku memilih mesin cuci IPSO untuk usahanya, selain merupakan laundry nomor satu di dunia yang terkenal handal dan tahan lama, juga pelayanan after sales service, serta adanya pelatihan bagi staf.

Ditambahkan Hendra, mesin cuci IPSO yang buatan Amerika ini sudah hadir di Indonesia sejak tahun 2017 dengan showroom dan service center yang terdapat di Medan, Jakarta dan Surabaya. 

"Selain memberikan garansi suku cadang 3 tahun dan jasa service 1 tahun, kami juga memberikan pelatihan, konsultasi bisnis, dan seminar bagaimana menjalankan bisnis ini yang sangat menguntungkan," imbuhnya. kbc7

Bagikan artikel ini: