Alhamdulillah! Zona merah di Jatim tinggal tiga daerah

Kamis, 23 Juli 2020 | 10:59 WIB ET
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

JAKARTA, kabarboisnis.com: Jumlah pasien sembuh Covid-19 di Jawa Timur menembus angka 10.000, atau persisnya 10.065 orang. Angka tersebut jauh melampaui jumlah pasien positif aktif yang sedang dirawat yaitu 7.816 orang.

Bukan hanya itu, pencapaian ini juga mengubah warna peta persebaran Covid-19. Per  Selasa (21/7/2020) Provinsi Jatim tinggal  menyisakan tiga kabupaten dan kota berstatus zona merah dari total 38 Kabupaten/Kota, yaitu kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan kota Pasuruan.

Sedangkan 28 kabupaten kota lainnya berstatus zona oranye dan 7 kabupaten dan kota berstatus zona kuning. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan, hingga Selasa (21/7/2020), jumlah pasien sembuh terkonfirmasi ada sebanyak 10.056 orang atau sejumlah 53,45%. Terdapat penambahan pasien sembuh sebanyak 348 orang. 

Sementara pasien positif bertambah 255 orang, sehingga total pasien terkonfirmasi positif aktif menjadi 7.816 orang atau sebanyak 43,34%. Adapun jumlah pasien yang meninggal sebanyak 1.461 orang atau sebanyak 7,7% dan kumulatif positif adalah 18.828 orang. 

“Alhamdulillah, kabar baik terus menghampiri Jatim. Ini berkat kerja sama dan kerja keras semua pihak, terutama tenaga kesehatan dan rumah sakit rujukan. Juga kerja keras TNI - Polri serta relawan dan masyarakat yang bergotong royong melawan Covid -19. InsyaAllah, Covid segera hilang dari Jatim," ungkap Khofifah dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2020).

Khofifah mengatakan, beban pasien Jawa Timur cukup berat jika dibandingkan daerah lain di Indonesia. Dengan jumlah kasus 18.828 orang, maka angka kesembuhan kumulatif yang dicapai Jatim  ini bagi  merupakan berkah yang luar biasa. 

Namun demikian, Khofifah tetap meminta kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Menurutnya, jangan sampai kesembuhan ini menjadi euforia sehingga lupa bahwa bahaya masih mengancam. 

Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim terus menggiatkan testing dan tracing kepada orang-orang yang berisiko  atau berpotensi terjangkit Covid-19. 

"Jika ditemukan positif, maka mereka langsung mendapatkan treatment medis. Kita cegah penularan secara progresif," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: