AP I sebut trafik penumpang baru 17 persen dari kondisi normal

Kamis, 23 Juli 2020 | 12:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kinerja industri penerbangan kembali mengalami pertumbuhan memasuki periode tatanan normal baru atau new normal setelah mengalami pukulan telak akibat berbagai kebijakan pembatasan transportasi.

Meski demikian, pertumbuhan tersebut masih belum signifikan. Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I, Faik Fahmi mengatakan, sampai dengan 19 Juli 2020, pergerakan pesawat di bandara kelolaan mencapai 45 persen dari kondisi normal.

Sementara, lalu lalang penumpang baru mencapai 17 persen. Baca juga: Penerbangan Mulai Bergairah, AirAsia Jual 19.000 Kursi dalam Sebulan

"Dari hasil monitoring kita sampai 19 Juli, rata-rata penerbangan sudah sekitar 45 persen dari normal. Namun penumpang baru sekitar 17 persen dari kondisi normal," katanya, dalam Webinar Transportasi Publik dan Geliat Ekonomi Pada Masa Pandemi, Rabu (22/7/2020).

Angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan realisasi pada Mei lalu. Faik menyebutkan, pada kondisi normal, 15 bandara yang dikelola AP I rata-rata melayani 7,5 juta setiap bulannya.

Namun, akibat adanya pembatasan transportasi, pada Mei 2020, bandara kelolaan AP I hanya melayani 75.000 penumpang selama satu bulan. "Bisa dibayangkan, hampir 99 persen traffic kita menurun cukup signifikan," ujarnya. 

Oleh karenanya, untuk mengatasi hal tersebut, Faik menekankan pentingnya kerja sama antar seluruh pihak terkait. Khususnya dalam rangka pembahasan operasional selama periode new normal. 

Menurutnya, selama transportasi udara kembali beroperasi di tengah pandemi Covid-19, keselamatan penumpang menjadi aspek yang paling penting untuk dijaga. "Kita juga harus menyadari, bahwa, pertama kita belum tahu kapan Covid-19 secara pasti akan selesai," katanya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan terhadap lebih dari 500 penumpang, 84 persen diantaranya mengaku masih akan terbang dengan tetap memantau situasi terkini. Mayoritas penumpang juga mendorong penggunaan teknologi sebagai alat bantu operasional selama new normal, seperti check in menggunakan aplikasi dan pemeriksaan identitas memanfaatkan biometrik.

"Kita melakukan banyak langkah-langkah untuk memastikan bahwa kondisi new normal bisa disupport lebih signifikan lagi," ucapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: