Hore! UMKM dan koperasi bisa libur bayar angsuran hingga 1 tahun

Kamis, 23 Juli 2020 | 18:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) terus berupaya untuk membantu memulihkan koperasi dan usaha mikro, kecil menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19, 

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, Kemenkop UKM sudah menyiapkan 3 fase pemulihan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), yaitu fase survival, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan penumbuhan ekonomi.

"Fase survival sudah kami lakukan melalui restrukturisasi mitra LPDB dengan penundaan pembayaran angsuran dan jasa selama 12 bulan. Sudah 100% berjalan terhadap 40 mitra koperasi dengan fasilitas penundaan pokok, penundaan jasa, pengurangan jasa, perpanjangan waktu, dan penambahan fasilitas pinjaman atau pembiayaan," ungkap Teten di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Dia mengatakan, total outstandingnya sudah mencapai Rp135,7 miliar. LPDB sendiri tidak mengenakan bunga, sehingga ini juga merupakan bentuk subsidi bunga dari LPDB selama 1 tahun.

Sementara itu, untuk fase program PEN, Kemenkop UKM memperoleh alokasi tambahan sebesar Rp1 triliun. Dana ini dikhususkan untuk koperasi dengan bunga 3% atau sekitar 1,5% flat per tahun untuk menjangkau sekitar 4,8 juta UMKM anggota koperasi.

"Kami sudah salurkan pinjaman baru dengan total pencairan Rp381,4 miliar, untuk koperasi pola konvensional sebesar Rp21,8 miliar untuk 13 mitra, dan pola syariah sebesar Rp109 miliar untuk 21 mitra," tambah Teten.

Sementara itu, untuk fase penumbuhan ekonomi, Kemenkop UKM sudah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memudahkan akses pembiayaan koperasi dan UKM dengan bunga ringan dan pendampingan.

Sebelumnya, Menteri Teten melaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa saat ini terdapat 123.048 unit koperasi dengan total anggota sebanyak 22 juta orang. Jumlah koperasi terbesar didominasi oleh koperasi konsumen (59%), produsen (19%), KSP (13%), jasa (4,85%), dan pemasaran (2,6%).

Aset keseluruhan koperasi dilaporkan mencapai Rp152 triliun dan omsetnya sebesar Rp154 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: