Korsel masuk jurang resesi, Indef: RI justru bakal diuntungkan

Kamis, 23 Juli 2020 | 23:36 WIB ET
Aviliani
Aviliani

JAKARTA, kabarbisnis.com: Korea Selatan (Korsel) masuk ke jurang resesi akibat dihantam pandemi-19. Ekonomi Negeri Gingseng itu mengalami kontraksi sangat dalam pada kuartal II-2020 yang mencapai minus 3,3%, setelah pada kuartal pertama minus 1,3%.

Menanggapi hal itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai dampak resesi yang dialami oleh Korsel tidak terlalu besar terhadap perekonomian nasional. Justru, menurutnya, resesi ekonomi Korsel yang disebabkan oleh terganggunya ekspor negara tersebut akibat pandemi Covid-19 akan menguntungkan Indonesia. Investor yang biasa masuk ke Korsel akan mencari negara yang relatif lebih aman dan menarik.

"Korea Selatan sendiri tidak terlalu besar ya (kontribusinya), jadi mungkin kalau dampak langsung itu tidak, malah kita bisa diuntungkan dengan dia resesi, maka banyak investasi (yang biasa masuk) ke Korea, masuk ke Indonesia," kata Aviliani dalam diskusi Kajian Tengah Tahun Indef, di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Berbeda dengan Korsel yang perekonomiannya ditopang ekspor, lanjutnya perekonomian Indonesia ditopang boleh konsumsi domestik. Meski Indonesia mengalami kontraksi ekonomi pada kuartal II-2020, kata Aviliani, lebih disebabkan oleh belum optimalnya belanja pemerintah.

Selain itu, pasar Indonesia masih sangat menarik bagi investor dan diprediksi akan terus tumbuh usai pandemi Covid-19. "Apalagi kalau di kuartal III-2020 kita tidak negatif, itu jauh lebih baik lagi karena mungkin dana-dana yang dari Korea atau negara resesi akan masuk ke kita," ujar Aviliani.

Untuk itu, dia mengatakan, pemerintah harus bersiap karena adanya peralihan dana investasi dari negara-negara yang terkena resesi ekonomi tersebut akan mengerek rupiah semakin perkasa."Jadi kita harus siap-siap juga rupiah kita semakin menguat dengan banyaknya investasi masuk," pungkasnya.

Asal tau saja, Korsel memasuki resesi perekonomian lantaran kinerja ekspornya tahun ini menurun drastis dan berada pada level terburuk sejak 1963. Resesi ekonomi yang dialami Korsel di kuartal II-2020 itu akibat meluasnya penyebaran pandemi virus covid-19, sehingga mereka terpaksa untuk membatasi aktivitas sosial.

 Sayangnya, upaya itu justru membuat perekonomian di Negeri Ginseng itu mengalami resesi lantaran pembatasan sosial yang mereka terapkan justru berdampak pada lumpuhnya aktivitas industri. Alhasil kinerja ekspor mereka melorot drastis.

Tak hanya Korsel, sebelumnya Singapura juga mengalami resesi ekonomi. Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura mengumumkan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2020 turun 12,6% (yoy), angka ini turun 0,3% dibandingkan kuartal I-2020.

 Kontraksi PDB Negeri Singa ini terkait tindakanCircuit Breaker/CB (pemutus sirkulasi) yang dilaksanakan dari 7 April hingga 1 Juni 2020 untuk memperlambat penyebaran covid-19. Adapun sektor konstruksi mengalami kontraksi sebesar 54,7% (yoy), anjlok drastis ketimbang kuartal sebelumnya yang minus 1,1%.kbc11

Bagikan artikel ini: