Luhut sebut lebih dari 2 ribu hotel dan penginapan stop beroperasi akibat Covid-19

Jum'at, 24 Juli 2020 | 10:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 ikut berdampak besar terhadap sektor pariwisata. Hal ini terlihat dari anjloknya jumlah wisatawan hingga devisa Indonesia. Kondisi itu juga berimbas terhadap banyak hotel dan penginapan yang menghentikan operasionalnya.

“Lebih dari 2.000 hotel dan penginapan mengalami pemberhentian operasional. Hal ini menyebabkan penurunan permintaan terhadap bahan baku, misalnya minyak, telur, dan susu. Ini semua dampaknya sangat luas," jelas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2020).

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) ada penurunan perjalan wisata mendekati 100% dibandingkan bulan sebelumnya. Menurut Luhut, hal ini turut berdampak pada 180.000 tenaga kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Melihat ini, Luhut mendorong peningkatan turis domestik secara bertahap sampai dengan 70%. Namun, dia berpendapat perlu perubahan paradigma berwisata, yaitu dari paradigma massal yang menekankan jumlah wisatawan, menjadi paradigma berkualitas yang menitikberatkan pada nilai tambah. 

Karenanya, Luhut meminta agar daerah-daerah wisata benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengatakan hal yang senada. "Untuk kembali bangkit salah satu syarat utama yang perlu kita lakukan adalah menjalankan protokol kesehatan,” kata Wishnutama.

Menurut Wishnutama, salah satu daerah yang telah mempersiapkan dan melaksanakan protokol kesehatan dengan baik adalah provinsi Bali.

Dia juga  menyampaikan, sejumlah daerah telah mempersiapkan dan melaksanakan protokol kesehatan dengan sangat baik, salah satunya adalah Provinsi Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pihaknya tengah dalam proses memulai aktivitas pariwisata di Bali. Adapun, terkait penanganan Covid-19 di Bali, saat ini tingkat kesembuhannya sudah mencapai 74% dan ditargetkan bisa mencapai 80% pada akhir pekan ini.

Luhut juga mengatakan, pemerintah telah berupaya  memulai pembangunan destinasi berkualitas. Sekitar Rp 3,8 triliun diperuntukkan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Selain kucuran dana untuk pariwisata, pemerintah juga mendorong digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dia mengatakan, pemerintah juga mendorong aktivitas pemerintah pusat agar dilakukan di daerah, sehingga membawa dampak ekonomi positif bagi perekonomian, khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saya mohon pemerintah daerah untuk menjamin keselamatan pekerja wisata dan masyarakat sekitar dan betul-betul pemerintah daerah, saya mohon sekali lagi agar mengingatkan rakyatnya untuk mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan," kata Luhut. kbc10

Bagikan artikel ini: