Sempat terhenti saat pandemi, modal ventura kembali bidik startup potensial

Jum'at, 24 Juli 2020 | 11:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan modal ventura kembali mulai unjuk ekspansi dengan dengan membidik startup potensial pada paruh kedua tahun ini, setelah sempat 'istirahat' akibat pandemi Covid-19.

Ketua Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Jefri R. Sirait mengatakan, perusahaan modal ventura memang tampak mulai melirik lagi potensi ekspansi baru akibat perekonomian memang mulai menggeliat lagi setelah pandemi Covid-19 dinilai mereda.

"Tapi kita belum mengatakan ini sudah dalam fase aman. Kita masih terus melihat dinamika ini lebih lebar dan update kondisi ekonomi nasional kita. Memang, pada Juni 2020 sebagian sektor usaha sudah mulai bergerak, tetapi belum dapat pulih cepat," ujarnya baru-baru ini.

Menurut Jefri, kondisi masa transisi setelah pandemi Covid-19 harus membuat pelaku industri tetap waspada mengelola bisnisnya. Apalagi bagi yang tengah butuh pendanaan, menilik pola pikir dan kriteria investor akan mengalami perubahan.

Senada dengan Jefri, VP of Investments MDI Ventures Aldi Adrian Hartanto memberikan beberapa contoh kenapa banyak perusahaan modal ventura yang lebih fokus terhadap portofolio mereka yang sudah ada ketimbang berekspansi.

"Kategori yang memiliki cukup banyak pendanaan sebelumnya oleh PMV lokal maupun asing, seperti consumer internet, fintech, dan travel, terdampak cukup dalam [akibat Covid-19]. Inilah kenapa PMV yang mayoritas memiliki portofolio disegmen tersebut memilih fokus terhadap portofolio mereka," jelasnya.

Namun demikian, Aldi mengungkap bahwa fenomena ini hanya memberi sedikit pengaruh terhadap MDI Ventures karena portofolio perusahaan milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) di beberapa segmen yang jeblok ini hanya sekitar 5%.

"Dengan fundamental yang masih bagus, perusahaan-perusahaan tersebut masih bisa survive dan mulai beradaptasi. Untuk itu, MDI Ventures sendiri bahkan saat diawal pandemi hingga sekarang malah sedang agresif-agresifnya memberikan pendanaan dengan aktivitas yang telah melebihi pencapaian tahun lalu per Juni 2020," ungkapnya.

Aldi menambahkan, agresif bukan berarti gegabah. MDI Ventures lebih menitikberatkan bahwa apapun kategori segmen usaha startup baru yang akan didanai nanti, prinsip kehati-hatian didominasi dari karakteristik perusahaan.

"Pandemi dan krisis seperti saat ini, justru semakin menguatkan investment thesis dan strategi kami yang fokus kepada perusahaan dengan Prudent Founder and Management, High Margin Business di segmennya, High Liquidity di mana low account payable [AP], account receivable [AR], and Debt, mengutamakan Low People Centric, dan lebih Low Asset or Capex reliability atau berbasis aset light model," tambahnya.

Bagikan artikel ini: