Berdaya di masa pandemi, Puslit Sukosari latih 6 desa budidayakan cacing tanah

Jum'at, 24 Juli 2020 | 21:04 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Perkebunan Nusantara XI melalui Pusat Penelitian (PUSLIT) Sukosari Lumajang menggelar pelatihan budidaya cacing tanah untuk masyarakat Rabu (22/07/2020) di Lumajang.

Peserta pelatihan periode pertama berasal dari 6 desa sekitar HGU Jatiroto yaitu Desa Kaliboto Lor, Kaliboto Kidul, Sukosari, Jatiroto, dan Banyuputih, pelatihan dikemas dalam bentuk pemberian materi dan praktik secara langsung.

"Melalui Puslit Sukosari, PTPN XI menggelar pelatihan budidaya cacing tanah untuk masyarakat, diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat mendapat pengetahuan tentang manfaat dan cara budidaya cacing serta bisa mengaplikasikan sehingga menambah pendapatan mereka dari hasil budidaya tersebut. Peluang bisnis cakup menjanjikan baik cacing maupun cascing nya. Khususnya di masa pandemik seperti saat ini, aktifitas yang bernilai ekonomi sangat diperlukan. Merupakan salah satu support PTPN XI untuk mendorong perekonomian masyarakat,"  terang Direktur PT Perkebunan Nusantara XI, Dwi Satriyo Annurogo di Surabaya, Jumat (24/7/2020).

Menurutnya, banyak kemanfaat yang didapatkan dari cacing tanah, diantaranya digunakan sebagai sumber nutrisi bagi tubuh. Cacing tanah mengandung 78-79 gram per liter amino, konsentrasi vitanggi yang tinggi, zat besi, dan kalsium. Sebagai bahan baku sumber protein hewani (64-72%) dan asam amino esensial untuk berbagai hal, di antaranya Bahan baku pembuatan pakan ternak, ikan, dan udang, bahan baku pembuatan pangan serta bahan baku pembuatan obat-obatan dan kosmetik.

Sedangkan Kascing mengandung berbagai bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman yaitu suatu hormon seperti giberellin, sitokinin dan auxin, serta mengandung unsur hara N, P, K, Mg dan Ca serta Azotobacter sp yang merupakan bakteri penambat N non-simbiotik yang akan membantu memperkaya unsur N yang dibutuhkan oleh tanaman.

"Puslit selama ini mengembangkan penelitian yang memberi manfaat bagi core bisnis kami, diantaranya cacing tanah. Selain itu di masyarakat cacing memiliki nilai ekonomis sebagai bahan bahan baku obat, pakan serta bekas cacing atau dikenal sebagai kascing yang dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan bernilai tinggi. Oleh karena itu melalui pelatihan budidaya cacing ini peserta dilatih untuk memahami teknis budidaya cacing sehingga bisa menangkap peluang usaha ini. Kegiatan dikemas dalam bentuk pemberian materi dan praktik secara langsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, termasuk jumlah peserta dibatasi dua orang per desa dalam satu periode pelatihan, rencananya akan bergantian setiap periode pelatihannya," jelas Kepala Puslit Sukosari, Nanik Tri Ismadi.

Seusai pelatihan masing-masing peserta diberi satu buah kotak lengkap berisi cacing tanah, kascing dan blotong yang akan dicoba sendiri di rumah masing-masing. Selama satu bulan kedepan peserta mendapat pendampingan Puslit dalam budidayakan cacing secara online.

"Tindak lanjut setelah pelatihan ini kelompok peserta akan menjadi pioner kelompok tani cacing tanah di Jatiroto, Puslit akan mendampingi perkembangan kelompok tani ini, dan bila kelompok tani ini sudah berproduksi, akan tetap bersinergi dengan Puslit Sukosari dalam pemanfaatan dan pemasaran produk, untuk membantu pemasaran hasil budidaya tersebut akan difasilitasi oleh Unit Usaha Strategis PTPN XI, baik cacing dan kascingnya," ungkap Nanik lebih lanjut.

Analisa Puslit Sukosari budidaya cacing menguntungkan, harga cacing per kilogram mencapai 35 ribu rupiah sedangkan cascing mencapai 750 rupiah per kilogramnya. Sedangkan keuntungan panen yang bisa diambil mencapai dua kali lipat dari modal awal sudah termasuk termasuk biaya pemeliharaannya. Dengan perlakuan standar dapat dilakukan panen setiap bulan.

“Ini sangat bagus, peluang bisnisnya besar terimakasih kepada PTPN XI. Baru pertama kami mendapat pelatihan ini dan kami akan mendapat pendampingan sehingga membuat kami percaya diri untuk memulai usaha cacing. Kami juga berharap kegiatan ini bisa bersinergi dan dikembangkan dengan BUMDes,“ ujar Siti Romlah Ketua BUMDes Desa Kaliboto Lor.kbc6

Bagikan artikel ini: