Genjot ekspor non migas ke Amerika Latin, komoditas ini jadi andalan RI

Jum'at, 24 Juli 2020 | 21:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia berupaya meningkatkan ekspor komoditas non migas di kawasan Amerika Latin di tengah ketidakpastian pasar utama seperti China, Amerika Serikat dan Uni Eropa akibat pandemi Covid-19. 

Produk potensial asal domestik meliputi makanan, pakan ternak, kimia, beragam alat pertanian hingga kendaraan dapat diandalkan sebagai komoditas unggulan untuk diekspor.

Duta Besar RI untuk Panama, Kosta Rika, Honduras dan Nikaragua Budhy Santoso mengatakan, saat ini Indonesia hanya masuk ke dalam 23 negara besar pengekspor di Panama.

“Kinerja ekspor Indonesia ke sini masih terlalu kecil hanya 0,3% dari total impor senilai US$29,5 triliun,” kata Budhy dalam webinar di Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Padahal, Panama sangat membutuhkan beragam produk untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan masyarakat karena beragam keterbatasan di sana. Berdasarkan data Trademap, selama empat tahun terakhir kinerja neraca perdagangan Panama selalu mengalami kerugian. Pada 2019, kinerja ekspor Panama hanya mencapai US$5,7 miliar.

Sedangkan impor mencapai  US$41,8 miliar. Sehingga neraca perdaganganya defisit lebih dalam senilai US$36,1 miliar.“Jadi terlihat sekali jika mereka sangat membutuhkan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya. Ini potensial sekali untuk eksportir kita,” ujarnya.

Dia mencontohkan produk berbasis kendaraan bermotor, peralatan elektronik, alat kesehatan, hingga alas kaki, sepatu olahraga dan pakaian jadi sangat dibutuhkan di sana. Selain itu, produk mesin pertanian, perlengkapan peternakan, peralatan sekolah-perkantoran, perlengkapan bayi hingga handuk juga dibutuhkan masyarakat.

“Masih banyak impor utama yang dibutuhkan Panama yang belum diekspor Indonesia ,sehingga sekali lagi ini potensial,” kata Budhy

Pada 2018, Bank Dunia menyebutkan Produk Domestik Bruto Panama tercatat mencapai US$65,05 miliar dengan pendapatan per kapita mencapai US$15.575 per tahun.

Dubes RI untuk Venezuela Mochammad Luthfie Witto’eng mengatakan saat ini Venezuela sangat membutuhkan produk pupuk, pakan ternak, mesin-alat pertanian, spare part mobil, rempah, alat kesehatan, peralatan listrik, makanan ringan, dan bensin.Selain itu, berdasarkan pertemuan dengan Kementerian Pariwisata dan Perdagangan Luar Negeri Venezuela serta pemda setempat, Indonesia dapat mengoptimalkan beragam komoditas pertambangan, kopi dan cokelat.

Kendati, dia juga tidak memungkiri ada banyak tantangan yang harus dihadapi eksportir saat ini. “Seperti keterbatasan ruang gerak akibat pandemi, regulasi pembukaan rekening mata uang asing hingga potensi sanksi pemerintah Venezuela dari AS dan sekutunya,” katanya.

Dubes RI untuk Ekuador Diennaryati Tjokrosuprihartono menerangkan, saat ini Ekuador tengah berupaya mengurangi ketergantungan ekonomi dari China. Hal tersebut disebabkan beberapa kebijakan strategis dalam negerinya dan isu geopolitik yang sedang berkembang.

Sementara, Ekuador menilai, Tanah Air bisa menjadi pasar potensial karena keseimbangan neraca perdagangan selama ini. "Apalagi prospek perekonomian Indonesia sehingga perkembangan beragam kegiatan ekonomi akan menjadi lebih potensial,” ujarnya.

Sepanjang tahun lalu, total perdagangan kedua negara berhasil tumbuh 2,01% (yoy) di kisaran US$232,5 juta. Ekspor Indonesia didominasi oleh produk kendaraan (30,74%), kertas dan turunannya (12,34%), dan mesin penyaringan atau pemurnian (5,19%).

Saat ini Indonesia telah menjadi mitra dagang kelima di kawasan Amerika Selatan. Apalagi kedua negara telah menjajaki pembentukan kerja sama perdagangan melalui preferential trade agreement (PTA). “Sehingga ini dapat potensial meningkatkan kinerja ekspor kita ke Venezuela,” ujarnya.

Kapuslitbang Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa Kemlu Ben Perkasa Drajat menyimpulkan, produk yang bisa ditingkatkan ke wilayah tersebut adalah sereal, pakan ternak, sabun, kertas, permesinan, kendaraan dan kapal.

“Jika eksportir mau meningkatkan kinerja penjualan itulah produk yang sangat dibutuhkan oleh Panama, Venezuela, dan Ekuador,” pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: