Waspada hadapi kemungkinan resesi, ini yang harus disiapkan

Selasa, 28 Juli 2020 | 12:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Singapura dan Korea Selatan (Korsel) menjadi dua negara yang masuk jurang resesi akibat pandemi Covid-19. Ini membuat Indonesia harus waspada.

Sebelum resesi ekonomi benar-benar terjadi, alangkah baiknya persiapkan diri mulai dari sekarang.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengatakan, masyarakat harus berhemat saat ini untuk menyiapkan dana darurat selama resesi. Sebab tidak ada yang mengetahui akan berlangsung sampai kapan jika resesi benar terjadi.

"Kurangi juga belanja yang tidak sesuai kebutuhan dan fokus pada pangan serta kebutuhan kesehatan. Jadi jangan latah ikut gaya hidup yang boros. Pandemi mengajarkan kita apa yang bisa dihemat ternyata membuat daya tahan keuangan personal lebih kuat," kata Bhima seperti dikutip, Senin (27/7/2020).

Hal yang sama juga dikatakan oleh Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah. Menurutnya, di saat seperti ini masyarakat jangan boros dan harus mempersiapkan kondisi terburuk untuk mencukupi keuangan.

"Tetap harus berjaga-jaga mempersiapkan kondisi terburuk yaitu apabila resesi ini berkepanjangan. Ini perlu stamina yang kuat termasuk juga tabungan yang cukup. Jangan Boros," ucapnya.

Selain mempersiapkan tabungan yang banyak, masyarakat juga disarankan untuk menjaga kesehatan agar jika terjadi resesi tidak berkepanjangan. Sebab resesi yang akan terjadi disebabkan oleh virus mematikan Corona (Covid-19).

"Yang utama tetap menjaga kesehatan. Resesi disebabkan oleh wabah, oleh karena itu solusi utama menghadapi resesi adalah mengakhiri wabah. Apabila wabah berakhir, resesi akan berakhir," sebutnya.

Untuk diketahui, jika benar terjadi resesi akan dapat mengakibatkan penurunan seluruh aktivitas ekonomi. Yang paling mudah dirasakan adalah menurunnya jumlah lapangan kerja yang tercipta.

Wakil Direktur Indef, Eko Listiyanto pernah menjelaskan bahwa ketika resesi ekonomi terjadi maka akan ada ledakan gelombang pengangguran. Ujung-ujungnya orang miskin akan bertambah.

"Saya rasa dampak yang paling besar itu tingkat pengangguran dan kemiskinan," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: