Satu bulan, serapan BULOG bertambah 150.000 ton

Selasa, 28 Juli 2020 | 22:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Realisasi penyerapan beras oleh Perum BULOG sampai pekan keempat Juli 2020 tercatat mencapai 850.000 ton. Jumlah tersebut bertambah 150.000 ton dibandingkan dengan realisasi serapan sampai akhir Juni 2020 lalu.

Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso mengemukakan, realisasi serapan tersebut tersebar di seluruh wilayah produksi. Dia pun memastikan serapan BULOG bakal menjangkau seluruh wilayah produksi demi memastikan harga beras di tingkat petani dapat terjaga. Hal ini pun dilakukan demi memastikan stok beras nasional dalam keadaan aman.

"Target pengadaan dalam negeri sampai akhir tahun 2020 adalah 1,4 juta ton setara beras, jumlah tersebut sudah diperhitungkan secara matang sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain itu, saya pastikan tidak ada wilayah yang tidak bisa dijangkau oleh BULOG untuk diserap hasil panennya," kata Budi dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2020).

Salah satu aksi penyerapan tersebut dilakukan terhadap hasil panen pada lahan seluas 400 hektare di Padeglang, Banten yang dihadiri langsung oleh Budi. Dalam kesempatan tersebut, dia pun menjelaskan bahwa aksi serapan serentak juga dilakukan di Cilacap, Jawa Tengah dan Gowa, Sulawesi Selatan.

Penyerapan yang dilakukan BULOG secara serentak sendiri bertujuan untuk menjaga harga jual petani selama masa panen. Hal ini sesuai dengan salah satu tugas yang diamanatkan kepada Perum BULOG yakni menyerap bahan pangan pokok khususnya gabah/beras dari petani guna menjaga kestabilan harga di tingkat petani.

"Bulog konsisten membantu kehidupan petani, terlebih di masa sulit seperti sekarang. Hal ini dilakukan melalui kelompok tani, kelompok penggilingan dan stakeholder lainnya. Yang Bulog lakukan ini juga sesuai Instruksi Presiden yaitu pemerintah membeli dan rakyat memproduksi," katanya.

Selain untuk memupuk stok sebagai cadangan beras pemerintah untuk kebutuhan sampai dengan akhir tahun, kegiatan penyerapan gabah/beras petani dalam negeri ini disebut Buwas juga dilakukan untuk menggerakkan perekonomian di tingkat petani.kbc11

Bagikan artikel ini: