Siap-siap pelesir ke Bali? Ini yang harus disiapkan

Rabu, 29 Juli 2020 | 09:49 WIB ET

DENPASAR, kabarbisnis.com: Pemerintah membolehkan kawasan wisata Bali dibuka untuk wisatawan nusantara mulai 31 Juli 2020 mendatang.

Hanya saja, Pemerintah Provinsi Bali mewajibkan wisatawan lokal yang akan berkunjung ke daerah itu bebas Covid-19 dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR dan minimum hasil nonreaktif rapid test dari instansi yang berwenang.

Kepala Dinas Kominfos Bali Gede Pramana mengatakan, masa berlaku surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis polymerase chain reaction (PCR) atau hasil nonreaktif rapid test untuk berkunjung ke Pulau Dewata adalah paling lama 14 hari sejak saurat tersebut dikeluarkan.

"Wisatawan yang telah membawa suket [surat keterangan] tersebut tidak lagi diwajibkan melakukan uji swab atau rapid test, kecuali mengalami gejala klinis Covid-19," ujarnya, Selasa (28/7/2020).

Pramana menuturkan bahwa bagi wisatawan yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR berkewajiban mengikuti uji swab berbasis PCR atau rapid test di Bali.

Sementara itu, wisatawan yang hasilnya reaktif rapid test, berkewajiban mengikuti uji swab berbasis PCR. "Selama menunggu hasil uji swab, wisatawan menjalani proses karantina di tempat yang telah ditentukan," tukasnya.

Sementara itu, ujar Pramana, wisatawan yang positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab akan dirawat di fasilitas kesehatan yang ada di Bali dan biaya uji swab, rapid test, karantina, atau fasilitas kesehatan merupakan tanggung jawab wisatawan yang bersangkutan.

Namun, sebelum keberangkatan ke Bali, setiap wisatawan berkewajiban mengisi Aplikasi LOVEBALI. Petunjuk Aplikasi ini dapat diakses pada laman https://lovebali.baliprov.go.id.

"Pelaku usaha akomodasi pariwisata di Bali wajib memastikan setiap Wisatawan sudah mengisi Aplikasi LOVEBALI," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyebut saat ini Indonesia telah mulai memasuki masa adaptasi kebiasaan baru. Termasuk untuk kegiatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali yang akan mulai beroperasi kembali secara bertahap.

"Saya sangat bersyukur kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali akan mulai beroperasi, untuk itu para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali diharapkan terus dapat menerapkan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya dan penuh kedisiplinan," kata Wishnutama.

Dia menambahkan pariwisata adalah bisnis kepercayaan, sehingga para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali harus dapat menjalankan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya. kbc10

Bagikan artikel ini: