Menhub Budi pastikan mudik Idul Adha tak dilarang

Rabu, 29 Juli 2020 | 10:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan tidak ada kebijakan pelarangan mudik guna menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H, yang jatuh pada Jumat (31/7/2020) nanti seperti pada Idul Fitri 2020 lalu.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang maupun lonjakan lalu lintas kendaraan, Budi menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan pemantauan di berbagai titik. 

Dia mengklaim, Kemenhub telah mempersiapkan personel, serta berkoordinasi dengan instansi terkait seperti kepolisian, dan Dinas Perhubungan di daerah untuk meningkatkan pengawasan di lapangan, serta dengan para operator transportasi.

“Kami telah lakukan antisipasi di simpul-simpul transportasi, di jalan-jalan nasional dan tol, dan di daerah wisata yang diprediksi akan terjadi peningkatan arus kendaraan karena long weekend mulai Jumat, Sabtu dan Minggu,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (29/7/2020).

Selain itu, Kemenhub telah meminta kepada seluruh operator transportasi untuk bersama-sama menciptakan transportasi yang aman dan produktif. Lebih lanjut, Budi berkomitmen untuk menyediakan transportasi publik yang aman dan sehat, guna mencegah penyebaran Covid-19. 

Hal ini telah dilakukan sejak diterapkannnya masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) di sektor transportasi, melalui terbitnya Permenhub 41 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 pada 8 Juni 2020 lalu.

Kemudian terkait kriteria dan persyaratan perjalanan orang, Kemenhub masih mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 9 Tahun 2020.

“Kami berupaya membangun kepercayaan publik agar merasa percaya diri menggunakan transportasi publik seperti bus, kereta api, pesawat dan kapal,” ucap Menhub. 

Kemenhub mengimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan pada saat menggunakan transportasi publik.

Protokol kesehatan yang perlu dijalankan adalah memakai masker dan pelindung wajah (faceshield), menjaga jarak, sering mencuci tangan/membawa hand sanitizer, memastikan telah melakukan rapid test/PCR dengan hasil non reaktif/negatif. kbc10

Bagikan artikel ini: