Perusahaan farmasi telah rumahkan 3.000 karyawan akibat pandemi

Kamis, 30 Juli 2020 | 10:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 rupanya juga berdampak adanya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pegawai di sektor farmasi karena utilisasi pabrik rendah. Prediksi 2.000 hingga 3.000 karyawan sudah dirumahkan.  

Ketua Umum, Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Tirto Kusnadi menuturkan, di masa pandemi Covid 19, permintaan kebutuhan farmasi menurun drastis atau turun 50-60 persen. "Hal itu karena pasien non Covid 19 yang berkunjung ke faskes menurun drastis," kata Tirto dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Bappenas, Rabu (29/7/2020).

Oleh karenanya kapasitas produksi menjadi menganggur dan utilisasi hanya terpakai kurang dari 50 persen selama tiga bulan terakhir.

Dia menuturkan, industri farmasi nasional dan BUMN memproduksi sekitar 90 persen obat untuk kebutuhan pasar dalam negeri dan mempunyai kapasitas yang memadai untuk memenuhi pertumbuhan permintaan sampai 50 persen dari kebutuhan saat ini.

"Jadi sebenarnya pada seluruh masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir karena Industri farmasi dalam negeri cukup mampu menyiapkan semua kebutihan obat," ujar dia.

GP Farmasi menargetkan pada 2025 penjualan farmasi mencapai Rp 700 triliun. "Nilai itu terdiri dari penjualan untuk ekspor, domestik dan bahan baku," kata Tirto.

Namun, saat ini total penjualan produk farmasi pada 2019 kurang lebih masih sekitar Rp 80 triliun. Angka itu, kata dia, masih jauh sekali jika dibandingkan industri makanan.

Adapun pertumbuhan industri farmasi sejak 2016 hingga 2019 cukup menarik. Pada 2016 industri farmasi tumbuh 6,76 persen, 2017 tumbuh 3,48 persen, 2018 tumbuh 8,25 persen, dan 2019 tumbuh 9,75 persen. "Tapi di 2020 kuartal I pertumbuhannya minus 1,2 persen," ujar dia.

Dia mengatakan pada 2010 hingga 2015, pertumbuhan farmasi hampir mencapai dua digit. "Namun sekarang kami sulit sekali, karena persaingan, karena juga mungkin situasinya yang terdepresi menahan pertumbuhan farmasi ini sendiri," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: