Masa reses, LaNyalla pantau protokol kurban di Jatim

Minggu, 2 Agustus 2020 | 18:10 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti melakukan pemantauan secara langsung penyembelihan hewan yang dilakukan di wilayah Jatim. Pemantauan tersebut untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan protokol kesehatan atau belum. Hal ini penting guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Jatim.

Pemantauan dilakukan di tempat penyembelihan kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Surabaya, Minggu (2/8/2020). Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Peternakan dan Perikanan Kadin Jatim Ulya Abdillah, WKU Bidang Investasi Turino Junaidi, WKU Bidang Konstruksi Mochamad Rizal, WKU Bidang Migas Tri Prakoso, WKU Bidang Ekonomi Syariah Muhammad Nafik dan WKU Bidang Industri Kreatif Haries Purwoko. 

Selain melakukan pemantauan penyembelihan hewan kurban, Ketua DPD RI juga melakukan pengecekan tentang stok hewan kurban, baik kambing ataupun sapi di wilayah Jatim serta kebutuhannya saat perayaan Idul Adha tahun ini. Apakah sudah cukup, aman, sehat, dan halal untuk disembelih serta dikonsumsi.

"Kita lihat pelaksanaannya sudah sesuai protokol kesehatan. Petugas seluruhnya menggunakan APD. Setiap tamu yang hadir di tempat pelaksanaan penyembelihan juga dilakukan pengecekan suhu tubuh dan harus menggunakan masker. Selain itu, pendistribusian juga tidak menggunakan kupon, tetapi disalurkan langsung kepada penerima. Jadi tidak ada kerumunan massa dan antrian," ujarnya saat ditemui di Kantor Kadin Jatim.

Ia menegaskan aturan  pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada tahun ini memang tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini guna meminimalisir tingkat penyebaran Covid-19 di Jatim. Apalagi tingkat penyebaran di Surabaya masih cukup tinggi, hingga Walikota Surabaya telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 003.2/ 6362/436.8.4/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Idul Adha 1441 H. 

Pada kesempatan tersebut, WKU Bidang Peternakan Ulya Abdillah mengatakan bahwa stok hewan kurban, baik kambing dan sapi di wilayah Jatim masih cukup bagus dan tidak ada kendala. Sesuai data Dinas Peternakan Jatim, stok hewan kurban tahun 2020 perkirakan mencapai 56.165 ekor sapi dan kambing dan domba mencapai 339.411 ekor. 

"Kalau kondisi peternakan kambing dan sapi di Jatim saat ini masih bagus dan tidak ada kendala. Justru untuk peternakan unggas yang seringkali terjadi kendala. Harga daging ayam ras dan telur ayam ras cenderung fluktuatif. Kemarin sempat anjlok akibat mengalirnya distribusi daging ayam ras dan telur infertil dari pabrikan besar atau peternak integrator berskala besar. Padahal telur ini harusnya tidak dijual karena berbahaya jika dikonsumsi," ujar Ulya.

Menurut keterangannya, telur infertil ini adalah telur yang awalnya diperuntukkan dalam pembibitan ayam ras. Karena kebutuhannya turun, maka telur yang akan ditetaskan justru dijual di pasaran. Dan ini sangat berbahaya jika dikonsumsi.

Akibatnya, peternakan unggas kecil sangat terdampak.  Harusnya, tambah Ulya, ada semacam pembatasan dalam pendistribusian daging ayam ras. Agar peternak kecil terlindungi dan tetap bisa hidup. Apalagi di saat pandemi, kebutuhan rata-rata mengalami penurunan.

Sedangkan kasus peredaran telur infertil di wilayah Jatim memang saat ini sedikit melandai, menyusul adanya Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 32 tahun 2017, yang melarang peredaran telur infertil untuk konsumsi.

Menanggapi persoalan tersebut, AA LaNyalla mengatakan bahwa aspirasi tersebut sudah ia terima dan akan dievaluasi. Jika kebijakan tersebut kewenangannya berada di pusat, maka akan dikoordinasi dengan kementerian terkait atau langsung kepada Presiden Joko Widodo. Sementara jika kewenangannya berada di pemerintah daerah, maka DPD RI akan melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi Jatim. kbc6

Bagikan artikel ini: