Genjot KPR di tengah pandemi, BTN kolaborasi dengan REI Jatim

Selasa, 4 Agustus 2020 | 21:11 WIB ET
Kepala BTN Wilayah 3 Jawa Timur, Nuryanti (tengah) didampingi Ketua DPD REI Jatim Soesilo Efendy (kanan).
Kepala BTN Wilayah 3 Jawa Timur, Nuryanti (tengah) didampingi Ketua DPD REI Jatim Soesilo Efendy (kanan).

SURABAYA, kabarbisnis.com: Permintaan masyarakat terhadap rumah tinggal dinilai masih tetap ada meski perekonomian nasional diterjang pandemi virus corona (Covid-19).

Oleh karena itu, meski sempat mengganggu penjualan properti, namun kalangan pengembang dan perbankan meyakini industri ini masih memiliki potensi.

Kepala Wilayah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau Bank BTN Kanwil 3 Jawa Timur, Nuryanti mengatakan, pihaknya terus melakukan percepatan baik untuk pengajuan kredit baru maupun restrukturisasi kredit terhadap nasabah terdampak pandemi Covid-19.

"Makanya kami menggandeng kalangan pengembang yang tergabung dalam REI (Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia) Jatim, karena kami sama-sama optimis bahwa pasar akan kembali bangkit," katanya di sela acara Silaturahmi & Kolaborasi BTN - REI Jatim di Grha REI Jatim, Surabaya, Selasa (4/8/2020).

Dikatakannya, hingga akhir tahun ini BTN Kanwil 3 yang mencakup Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara menargetkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen (KPR/KPA) sebesar Rp3 triliun untuk non subsidi, dan nilai yang sama untuk hunian subsidi.

Dia optimis target itu bisa terkejar meski pandemi masih melanda Indonesia. Hal itu selain didasari oleh rendahnya kredit bermasalah (Non Performance Loan/NPL) di Jatim yang di kisaran 1,9 persen, juga pihaknya terus menjalankan program pelonggaran atau restrukturisasi kredit kepada nasabah terdampak Covid-19.

"Hingga saat ini sudah ada sekitar 3.000 nasabah di Jatim yang mengajukan resrukturisasi. Kami pun menawarkan skema yang bisa disesuaikan dengan kemampuan mereka, mulai penundaan pembayaran bunga, bisa juga penundaan pembayaran pokok, dan sebagainya," ujar Nuryanti.

Tak hanya itu, besarnya potensi KPR rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Jatim juga membuatnya optimis target tersebut bisa tercapai. Dari data REI Jatim, potensi penyaluran KPR khususnya rumah subsidi di Jatim tahun ini ada sekitar 8.000 unit. Jumlah itu pun diyakini bisa bertambah sehingga BTN bisa ikut menggarap pendanaan proyek maupun kredit bagi end user.

“Dalam kuota kami sendiri pun seharusnya bisa menyalurkan kredit untuk 17.000 unit rumah subsidi dengan harga rumah kisaran Rp150 juta,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua DPD REI Jatim, Soesilo Efendy menambahkan, pengembang yang tergabung dalam REI tahun ini seharusnya menargetkan bisa membangun sebanyak 10.000 unit rumah subsidi. Namun akibat pandemi, pembangunan sekaligus proses KPR tertunda dan hanya mampu terealisasi sebanyak 30 persen dari target.

“Memang developer menyadari bahwa mencari user saat pandemi tidak semudah sebelum pandemi, karena semua terkonsentrasi pada kesehatan. Kita juga sadar bank juga akan lebih hati-hati dalam menyalurkan kreditnya baik kepada developer maupun nasabah sehingga kondisi ini membuat target pembangunan rumah subsidi semakin sulit,” ujarnya.

Diakuinya, selain untuk mempererat kerjasama, kolaborasi antara REI Jatim dengan BTN juga bersama-sama melakukan langkah strategis baik untuk kebutuhan pengembang maupun user.

"Pasca PSBB memang penjualan cenderung membaik sekitar 20-30 persen. Ini pertanda bagus bagi pasar properti. Makanya kami bertemu BTN untuk bersama-sama menatap ke depan, bahwa kami optimis pasar akan membaik," ujar Soesilo. kbc7

Bagikan artikel ini: