Meski booming, Adira belum tertarik masuk segmen pembiayaan sepeda

Rabu, 5 Agustus 2020 | 09:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Aktivitas bersepeda alias gowes belakangan ini booming di masyarakat, terlebih setelah adanya pandemi Covid-19. Tak heran, hampir semua toko sepeda di sejumlah kota diserbu konsumen yang ingin memiliki sarana transportasi dan olahraga ini.

Adira Finance yang merupakan perusahaan pembiayaan kendaraan merek otomotif di Indonesia, saat ini tidak terlalu tertarik dengan pembiayaan untuk sepeda.

“Sepeda sudah bisa dibiayai sendiri, rasanya kalau orang bersepeda banyak yang beli cash karena mampu,” kata Presiden Direktur Adira Finance, Hafid Hadeli, dalam konferensi pers secara virtual, Selasa, (4/8/2020).

Menurutnya, jarang masyarakat yang membeli sepeda secara kredit, apalagi memerlukan pembiayaan kepada Adira Finance. Kecuali, jika sepeda yang dibeli berharga mahal, itu bisa dibantu dengan pembiayaan di Adira.

“Semuanya jarang yang beli kredit, kecuali sepeda-sepeda yang mahal,” ujarnya.

Namun yang pasti, saat ini pihaknya sedang fokus pada pembiayaan untuk kendaraan mobil dan motor. Dilihat dari keseluruhan total pembiayaan baru Adira Finance sepanjang Semester I-2020 saja  turun sebesar 47 persen YoY menjadi Rp 10,1 triliun.

Sementara penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dimana sebagian besar aktivitas ekonomi diberhentikan, sehingga berdampak pada pada pembiayaan mobil dan motor.

Diketahui, sejak April 2020, Adira Finance telah memberikan bantuan kepada konsumen yang secara langsung terkena dampak pandemi Covid-19 dalam bentuk restrukturisasi kredit, yang sesuai dengan kriteria yang diarahkan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan OJK.

“Hingga 30 Juni 2020, jumlah konsumen yang telah melakukan restrukturisasi sebesar 745 ribu kontrak atau sekitar Rp 17,4 triliun,” pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: