Bio Farma sebut vaksin Covid-19 hanya pencegahan, bukan obat

Rabu, 5 Agustus 2020 | 23:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bio Farma (Persero) tengah mengembangkan produksi vaksin Covid-19. Meski demikian, masyarakat diingatkan bahwa vaksin tersebut bukanlah merupakan obat virus corona.

Head of Corporate Communication PT Bio Farma (Persero) Iwan Setiawan mengatakan, ketika vaksin disuntikkan ke tubuh, akan memicu tubuh untuk menciptakan antibody.

“Ketika diberikan vaksin, tubuh kita akan merespons menjadi antibodi yang akan melawan ketika dia diserang Covid-19. Secara umum cara kerja vaksin seperti itu. Jadi ini pencegahan bukan obat,” kata Iwan, seperti dikutip, Rabu (5/7/2020).

Dia menjelaskan, secara sederhana yang dimaksud dengan vaksin itu adalah sebuah virus yang sudah dijinakkan dengan melalui berbagai tahapan pengujian. Sehingga, tatkala tubuh seseorang diserang oleh Covid-19, maka badannya sudah mengenalinya dan langsung melawan dengan antibodi yang sudah terbentuk setelah menggunakan vaksin.

“Vaksin itu ketika dimasukkan ke dalam tubuh, nanti tubuh ini akan merespon dengan terbentuknya antibody. Sehingga ketika ada virus yang benerannya masuk, maka tubuh akan mengenali dan melawannya dengan antibodi yang ada di dalam tubuh kita,” ujarnya.

Saat ini, Bio Farma tengah menguji vaksin virus corona buatan perusahaan China. Vaksin tersebut akan dilanjutkan ke tahap pengujian terakhir yang dilakukan di Indonesia, Brazil, Bangladesh dan Chile.

Untuk pengujian, Bio Farma menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran dalam menguji vaksin Sinovac ke dalam tahap fase ketiga. Nantinya, bila vaksin dinyatakan berhasil, maka kerjanya hanya untuk mencegah Covid-19 masuk ke dalam tubuh manusia yang sehat. kbc10

Bagikan artikel ini: