Angkat kinerja di tengah pandemi, ini strategi MPMX

Rabu, 12 Agustus 2020 | 12:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 diprediksi bakal mengganggu kinerja hingga akhir tahun ini. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) pun memproyeksi akan mencatatkan penurunan pendapatan sekitar 25%-30% dari realisasi pendapatan tahun 2019.

Sebagai gambaran, sebelumnya MPMX mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp 16,81 triliun di sepanjang tahun 2019.

Dengan asumsi penurunan 25%-30%, maka pendapatan MPMX sampai tutup tahun nanti diperkirakan bakal mencapai sekitar Rp 11,77 triliun-Rp 12,61 triliun.

General Manager Corporate Communication PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk, Natalia Lusnita mengatakan, MPMX sebenarnya mengendus adanya prospek positif berupa tanda-tanda pemulihan ekonomi sejak bulan Juni 2020 lalu.

Meski begitu, MPMX masih mewaspadai potensi penurunan pendapatan di periode-periode selanjutnya, sebab perkembangan penanganan pandemi ke depan masih sulit diprediksi.

"Kami juga tetap mawas diri bahwa tidak ada yang bisa memprediksi kapan pandemi ini akan berakhir, terlebih kita sekarang melihat kenaikan kasus di Indonesia," kata Natalia, Selasa (11/8/2020).

Natalia bilang, kinerja perusahaan memang tidak kebal dari sengatan pandemi. Imbas dari pandemi Covid-19 menurutnya sudah mulai tercermin pada kinerja MPMX di semester I 2020.

Diakuinya, ketidakpastian kondisi ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi di semester I-2020 membuat masyarakat menunda pembelian motor baru.

Akibatnya, penjualan motor MPMX baik di lingkup regional maupun nasional ikut menurun di semester I 2020.

"Selain itu, penerapan PSBB oleh pemerintah yang membatasi ruang gerak usaha mengharuskan perusahaan untuk melakukan kegiatan lelang mobil untuk bulan April dan Mei, yang merupakan salah satu kegiatan utama di salah satu unit operasional perseroan," kata Natalia.

Jika dilihat, imbas corona memang sudah tercermin pada realisasi kinerja MPMX di semester I 2020. Mengintip laporan keuangan perusahaan, lini kendaraan bermotor roda dua dan roda empat beserta suku cadangnya mencatatkan penurunan penjualan neto sebesar 32,91% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 4,90 triliun di semester I 2020.

Berikutnya, penurunan omset juga dijumpai pada lini sewa kendaraan dan lini spare part minyak pelumas di semester pertama. Melansir laporan keuangan perusahaan, pendapatan neto sewa kendaraan turun 9,64% yoy menjadi Rp 419,53 miliar, sedangkan penjualan neto minyak pelumas turun 43,17% yoy menjadi Rp 76,11 miliar di semester I 2020.

Sementara itu, lini pendapatan lainnya masih mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 17,36% yoy menjadi Rp 129,66 miliar di semester I/2020. Namun demikian, dengan adanya penurunan omset pada ketiga lini lainnya, total pendapatan neto MPMX menyusut 31,04% menjadi Rp 5,52 triliun di semester I/2020.

Kendati demikian, kondisi yang ada tidak lantas membuat MPMX berpasrah diri. Natalia berujar, MPMX ingin terus berusaha sebaik mungkin untuk memastikan agar bisnis perusahaan bisa terus berjalan.

Untuk itu, MPMX telah menyiapkan sejumlah strategi. Pertama, MPMX akan terus giat berupaya menggali sumber-sumber pendapatan baru. Salah satu contohnya antara lain dengan menggelar kegiatan pemasaran yang intensif untuk produk asuransi pada segmen operasi lainnya.

Selain itu, MPMX juga akan mulai mengembangkan lini bisnis yang ada agar dapat melakukan transaksi secara online. Salah satu contohnya antara lain dengan mengembangkan sistem online untuk kegiatan lelang pada segmen operasi transportasi.

Sembari melakukan upaya-upaya tersebut, MPMX akan terus berupaya menekan biaya operasi di semua lini usaha, termasuk di antaranya dengan menunda sebagian anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) maupun bisnis baru yang telah direncanakan sebelumnya pada awal tahun 2020. Asal tahu saja, MPMX sudah memutuskan untuk mengurangi 30% dari anggaran capex sebesar Rp 600 miliar yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Selain itu, MPMX juga telah dan akan terus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam tata kelola pinjaman kepada bank untuk menjaga agar arus kas perusahaan tetap sehat dengan tetap menjaga agar kewajiban kepada customer dan supplier terpenuhi di masa pandemi. kbc10

Bagikan artikel ini: