Obligasi berkelanjutan BTN Rp1,5 triliun kelebihan permintaan 1,8 kali

Rabu, 12 Agustus 2020 | 13:41 WIB ET

JAKARTA - Obligasi Berkelanjutan IV Bank BTN Tahap I Tahun 2020 mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 1,8 kali pada periode penawaran awal (bookbuilding) yang berlangsung pada 10-23 Juli 2020.

Direktur Finance, Planning, and Treasury Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kelebihan permintaan tersebut menunjukan tingginya kepercayaan pemodal sekaligus sinyal positif bagi Bank BTN di tengah pandemi Covid-19.

Disebutkan, pada saat bookbuilding obligasi berkelanjutan tadi, Bank BTN mencatat jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp 2,78 triliun dengan nilai pokok sebesar Rp 1,5 triliun.

“Di tengah pandemi ini, oversubscribed menjadi sinyal positif bagi Bank BTN karena membuktikan kepercayaan investor masih tinggi terhadap kinerja bisnis kami,” jelas Direktur Finance, Planning, and Treasury Bank BTN Nixon LP Napitupulu di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Obligasi Berkelanjutan IV Bank BTN Tahap I Tahun 2020 tersebut ditawarkan dalam 3 seri. Nixon merinci obligasi Seri A bertenor 370 hari dengan kupon 6,75% sebesar Rp 577 miliar, Seri B bertenor 3 tahun dengan kupon 7,80% sebesar Rp 727 miliar dan Seri C bertenor 5 tahun dengan kupon 8,40% sebesar Rp 196 miliar.

Adapun penawaran umum obligasi ini direncanakan akan berlangsung pada 13 Agustus 2020. Obligasi Berkelanjutan IV Bank BTN Tahap I Tahun 2020 tersebut juga akan tercatat di Bursa Efek Indonesia dan mulai diperdagangkan di pasar sekunder pada 24 Agustus 2020.

Nantinya, menurut Nixon, dana segar yang terkumpul dari penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk memperkuat ekspansi pembiayaan perumahan.

“Tentunya hal ini juga sejalan dengan upaya kami mendukung Program Satu Juta Rumah milik pemerintah yang bertujuan menyediakan rumah murah dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” tutur Nixon.

Untuk mendukung penerbitan obligasi ini, Bank BTN menunjuk empat perusahaan penjamin emisi, yaitu Mandiri Sekuritas, Danareksa Sekuritas, Indopremier Sekuritas dan CIMB Niaga Sekuritas. Obligasi ini memperoleh peringkat AA+ (double A plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Bagikan artikel ini: