Kadin Jatim: Pendidikan vokasi adalah investasi bagi industri

Kamis, 13 Agustus 2020 | 00:45 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) Adik Dwi Putranto mengaku bahwa belum banyak perusahaan yang paham tentang pentingnya pendidikan vokasi bagi dunia usaha dan dunia industri  (DUDI). Hal inilah yang mengakibatkan kecilnya jumlah perusahaan yang mau bersusah payah ikut mendidik siswa di perusahaannya. 

"Saat ini, kesadaran industri terhadap pendidikan vokasi sistem ganda belum begitu tinggi. Mereka belum mengerti apa yang menjadi keuntungan bagi dunia usaha. Sehingga dunia usaha merasa terbebani menerima pemagang dan merasa menjadi objek penderita. Padahal pendidikan vokasi adalah investasi bagi industri," tegas Adik Dwi Putranto saat Seminar Online yang digelar oleh Fakultas Teknik-UNESA dengan tema "Penyiapan SDM Kompeten dan Unggul melalui Pendidikan Vokasi", Surabaya, Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, ada beberapa kemanfaatan yang bisa diperoleh dunia industri, diantaranya adalah meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan dan produk melalui kontribusi pemagang (kontraprestasi). Selain itu, penerapan pendidikan vokasi ini juga mampu mencetak dan memperoleh tenaga ahli kompeten yang benar-benar memenuhi tuntutan dan kebutuhan perusahaan sendiri, dibandingkan menerima pelamar dari luar.

"Manfaat lainnya adalah hemat biaya rekrutmen dan pelatihan ulang karyawan baru maupun lama, meningkatkan daya saing dan meningkatkan citra positif perusahaan di masyarakat melalui kontribusi dalam bentuk Corporate Social Responsibility," tandasnya. 

Untuk itu, Kadin Jatim mempunyai tugas untuk menyosialisasikan tentang pentingnya pendidikan vokasi sistem ganda ini dan manfaatnya bagi industri. Bekerjasama dengan IHK Trier Jerman, Kadin Jatim terus melakukan pelatihan bagi pelatih tempat kerja dalam setiap tahun. 

"Kami tentunya sangat memahami bahwa program vokasi sangat dibutuhkan industri. Tetapi sekarang Kadin Jatim berjalan sendiri, bekerjasama dengan Kadin Jerman. Belum ada sentuhan dari pemerintah atau lembaga lain. Meski demikian kami tetap berkomitmen untuk melaksanakannya karena kami merasa benar-benar perlu. Akan terus kami dorong agar pendidikn vokasi ini bisa diterima oleh dunia usaha dan industri," tegasnya. 

Untuk itu, saat ini Kadin Jatim juga fokus menciptakan master trainer yang akan melatih pelatih tempat kerja. Karena keberadaaan master trainer untuk pendidikan vokasi ini sangat diperlukan sebab tenaga di industri kebanyakan tidak bisa mengajar. Sementara saat ini jumlah master trainer yang dimiliki Kadin Jatim hanya satu orang dari tiga orang master trainer di Surabaya. 

"Harapan saya, nantinya Jatim memiliki banyak master trainer pelatih di tempat kerja. Karena saat ini kami masih memiliki satu master trainer.dengan standar internasional sehingga penerapan pendidikan vokasi di industri ini bisa lebih massif," tegasnya.

Sementara itu, dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof. Bambang Yulianto, Rektor Unesa Prof. Nurhasan mengatakan bahwa saat ini jumlah lulusan yang banyak tidak diikuti oleh mutu yang baik dan menuju kualifikasi ya g dibutuhkan industri. 

"Oleh karena itu program vokasi harus dirancang sesuai apa yang dibutuhkan industri. Dan seberapa sering perubahan kurikulum yang dibutuhkan, yaitu setiap ada perubahan industri wajib menyesuaikan," pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: