Negara beri bintang jasa bagi tenaga medis yang gugur karena Covid-19

Kamis, 13 Agustus 2020 | 16:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan sembilan Bintang Jasa Pratama dan 13 Bintang Jasa Nararya kepada tenaga medis yang gugur karena merawat pasien Covid-19.

Penghargaan itu merupakan bentuk duka cita mendalam dan penghormatan tertinggi negara terhadap seluruh tenaga medis yang menangani pandemi Covid-19 di Indonesia

Duka cita mendalam juga disampaikan kepada keluarga para tenaga medis yang wafat tersebut, serta kepada rekan sejawat seprofesi yang hingga saat ini masih berjibaku merawat pasien Covid-19.

"Tanpa kenal lelah, dengan panggilan kemanusiaan tanpa sekat apapun, seluruh tenaga medis telah berjasa dalam menangani pandemi covid-19 dengan penuh dedikasi dan profesional," kata Juru Bicara Presiden RI M. Fadjroel Rachman melalui siaran pers, Kamis (13/8/2020).

Dikatakannya, penyerahan 22 bintang jasa tersebut dilakukan Presiden Jokowi kepada perwakilan tenaga medis yang telah gugur. Penyerahan 22 bintang jasa ini merupakan tahap pertama, yang akan dilanjutkan dengan tahap berikutnya dengan bintang jasa dan santunan yang sama kepada tenaga medis yang gugur.

Kepala Negara mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran di daerah maupun pusat dan tetap memerintahkan penanganan Covid-19 yang lebih masif dengan mengedepankan strategi intervensi berbasis lokal dan kampanye penerapan protokol kesehatan. Adapun, Pemerintah bekerja keras menangani pandemi Covid-19 dan kehidupan sosial ekonomi rakyat melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Selain itu, percepatan pembuatan vaksin Covid-19 melalui kerjasama BUMN Biofarma dengan pihak lain, serta Vaksin Merah Putih melalui Lembaga Eijkman juga terus dilakukan.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sebanyak 74 dokter meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona maupun berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Sementara dalam laporan Amnesty International menyebutkan sebanyak 89 tenaga kesehatan di Indonesia meninggal akibat virus corona hingga 13 Juli 2020.

Perinciannya terdiri dari 60 dokter, 23 perawat, dan enam dokter gigi. Sementara itu, ada 878 dokter dan perawat di seluruh Indonesia yang terinfeksi virus mematikan tersebut. Jumlah ini kemungkinan besar meningkat mengingat insiden meninggalnya tiga dokter di Pulau Jawa akibat terpapar covid-19 sepekan terakhir. kbc11

Bagikan artikel ini: