PLN Jatim siap atasi tantangan penyediaan daya listrik untuk pemulihan ekonomi

Kamis, 13 Agustus 2020 | 19:09 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: General Manager PLN UID Jawa Timur, Nyoman S. Astawa, Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan, Agung Surana, Senior Manager General Affairs, A Rasyid Naja membahas secara detail tantangan penyediaan daya Listrik untuk pemulihan ekonomi dalam acara Press Conference Daring bersama PLN UIT JBTB, PLN UIP JBTB I, PLN UIP JBTB II dan media di Jawa Timur, Rabu (12/8/2020). 

Agung Surana memaparkan saat ini PLN UID Jawa Timur memiliki surplus daya 2749 MW yang dikirim ke Bali sebesar 223 MW dan Jateng sebesar 509 MW. Dengan surplus daya tersebut, wilayah Jawa Timur memiliki pasokan daya yang cukup untuk mendukung pengembangan iklim investasi di Jawa Timur.

"Selama pandemi Covid-19, dengan adanya himbauan bekerja dari rumah dan pemberlakuan PSBB berdampak pada penurunan konsumsi listrik di bidang Industri dari 41,24 persen pada Januari turun menjadi 37,88 persen di bulan Juni. Sebaliknya, konsumsi rumah tangga meningkat dari 38,32 persen di bulan Januari naik menjadi 43,41 di bulan Juni,” tambah Agung.

Pada periode transisi menuju New Normal, aktivitas perekonomian di Jatim kembali bergerak sehingga terdapat kenaikan konsumsi pada Industri dan Bisnis pada bulan Juni dibanding Mei. Selain itu, PLN UID Jawa Timur pun membuktikan prestasi yang bagus dalam mendukung kemudahan iklim investasi dan pengembangan kawasan dengan capaian Getting Electricity pada urutan 33.

Bagi pelanggan yang mengalami kebutuhan meningkat saat beraktivitas di rumah, PLN pun memberikan potongan harga atau diskon tambah daya “Super Wow" khusus untuk pelanggan golongan tarif Rumah Tangga tegangan rendah mulai dari daya 450 Volt Ampere (VA) sampai daya 4.400 VA dengan pilihan daya akhir adalah daya 2.200 VA sampai daya 5.500 VA. Pelanggan cukup membayar Rp 170.845 dari harga normal bisa mencapai Rp 4.893.450. Diskon ini dapat dinikmati PLN sejak tanggal 14 Juli 2020 sampai dengan 30 September 2020.

Selain itu, pemerintah melalui PLN pun memberikan stimulus covid-19 berupa listrik gratis untuk pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan diskon 50 persen untuk daya 900 VA subsidi. Meskipun di tengah pandemi, Agung meyakinkan bahwa PLN tetap berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan pelayanan dan memastikan tegangan stabil. "70 persen pegawai kami tetap bertugas mengawal pasokan listrik agar tetap andal sehingga pelanggan dapat bekerja, sekolah maupun aktivitas lainnya dengan nyaman di rumah," pungkas Agung.

Di sisi upaya menjaga keandalan, PLN pun tetap konsisten untuk selalu berupaya memastikan jaringan aman dari material seperti pohon, bangunan, balon udara dan layang-layang. Rahmat, Manager UPT Surabaya UIT JBTB menyampaikan pihaknya telah melakukan analisa resiko dan mengupayakan potensi resiko tersebut tidak akan terjadi. Saat ini potensi terjadinya padam listrik dikarenakan gangguan material yang menyentuh jaringan sedang banyak diakibatkan oleh layang-layang. 

PLN UIT JBTB telah memiliki peta kerawanan layang-layang, dan secara gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat. “Beberapa bulan ini intensitas layangan di sekitar SUTT meningkat, kami akan terus menggiatkan upaya preventif seperti sidak, sosialisasi kepada masyarakat hingga sinergi dengan aparat setempat,” pungkasnya. 

Menurut UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, pemadaman listrik akibat aktivitas masyarakat yang mengganggu kelancaran aliran listrik dapat dikenai hukuman pidana maksimal 5 tahun serta denda maksimal Rp 2.5 miliar.kbc6

Bagikan artikel ini: