Pemerintah akui RI bisa masuk resesi tapi harus optimis

Kamis, 13 Agustus 2020 | 20:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, meski ada kemungkinan resesi yang dihadapi Indonesia, namun harus tetap optimistis pertumbuhan ekonomi akan kembali pulih.

"Kemarin Pak Airlangga (Menko Perekonomian) sudah bicara terkait kemungkinan kita resesi. Kemungkinan itu ada saja, tapi kita juga optimis harus ada. Kalau sekarang kita minus 5,32% sekarang kita kerja keras betul-betul supaya bisa nol atau 0,5% plus," ujar Luhut dalam Rakerkonas Apindo virtual yang diunggah akun Youtube, Kamis (13/8/2020).

Menurut Luhut untuk mendorong pemulihan pertumbuhan ekonomi, pemerintah mendorong belanja pemerintah, memberikan stimulus serta mendukung terealisasinya investasi domestik.Ia pun mendorong para pengusaha dalam negeri untuk tidak ragu menanamkan modalnya di Tanah Air.”Teman-teman sekalian jangan ragu untuk investasi. Investasi saja. Kalau ada masalah beri tahu kita, kita pasti bantu," katanya.

Luhut pun mengaku masih percaya diri tren pemulihan ke depan akan lebih baik. Pasalnya, dari sisi investasi asing langsung (FDI), angkanya masih cukup tinggi. Ia juga menyebut salah satu investor bahkan telah mengumumkan investasi terbaru di bidang pengembangan baterai listrik senilai US$ 2,6 miliar ."Jadi saya sangat confidence kita ini akan tetap makin baik ke depan. Kalau ada yang tidak confidence, saya kira itu mungkin agak sakit juga," katanya.

Luhut juga mengklaim rata-rata jumlah pasien Covid-19 yang sembuh telah mencapai 65 %. Tingkat kesembuhan di Bali, yang baru-baru ini kembali dibuka pariwisatanya, bahkan disebutnya telah mencapai 85 %.

"Fatality rate sudah turun ke 4,5 %. Saya lihat ini angkanya bagus," katanya yang percaya pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi harus dilakukan beriringan.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan pemerintah harus memiliki resep yang tepat agar roda perekonomian tetap berputar di tengah pandemi. Resep ini mencakup sisi kesehatan dan ekonomi.

Menurut Haryadi dalam kondisi sekarang yang terpenting adalah mempertahankan agar kondisi tidak lebih buruk. Makanya, perlu akselerasi program kesehatan dan ekonomi. "Pemerintah sudah benar menyelaraskan kesehatan dan ekonomi. Hanya sekarang mengakselarasi program kesehatan dan kesinambungan pada ekonomi Indonesia," kata Hariyadi

Haryadi menambahkan, stimulus pemerintah adalah meringankan beban pengusaha. Para pelaku usaha berharap pencairan modal kerja lebih fleksibel dan agar dipercepat.

"Resepnya itu agar turunkan yang positif Covid-19. Lalu bantuan buat pekerja yang gaji di bawah lima juta itu juga tepat dan baik untuk membantu masyarakat," jelasnya.

Ekonom senior indef  Didik J Rachbini menuturkan, terpenting saat ini adalah pemerintah harus mengatasi masalah kesehatan. Dia menyoroti anggaran untuk kesehatan yang lebih kecil daripada anggaran sosial.

"Terpenting, mendoakan pemerintah sukses dalam mengatasi kesehatan. Yang tersurat tersirat (harusnya) sama, sekarang tidak sama. Anggaran kesehatan jauh lebih kecil daripada anggaran sosial, realisasinya juga kecil. Ini pondasi tidak ada tawar-menawar," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: