Pemerintah tambah plafon KUR sebesar Rp22,2 triliun

Kamis, 13 Agustus 2020 | 20:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah kembali menambah plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 22,2 triliun. Dengan demikian, total plafon KUR saat ini mencapai Rp 198,73 triliun.

Sebelumnya, untuk meningkatkan dan memperluas akses KUR, maka pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan total plafon KUR. Plafon tahunan KUR ini akan terus ditingkatkan secara bertahap sampai dengan Rp 325 triliun pada tahun 2024.

"Tadi komite setingkat menteri sudah memutuskan untuk menyetujui tambahan plafon Rp 22,2 triliun ini, sehingga total plafon KUR tahun 2020 yang disetujui Rp 198,73 triliun," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Koordinasi tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kamis (13/8/2020).

Saat ini, plafon yang sudah diambil oleh bank adalah Rp 176,53 triliun. Jika ditambahkan dengan RP 22,2 triliun, maka total plafon KUR menjadi Rp 198,73 triliun. Menurutnya, angka ini sudah melampaui target plafon KUR di tahun 2020 sebesar Rp 190 triliun, sehingg dibutuhkan persetujuan.

Dia menjelaskan, penambahan plafon ini dikarenakan adanya permintaan KUR yang tinggi dari perbankan. "Tadi ada salah satu bank yang sudah menurunkan plafonnya dia turunkan Rp 12,2 triliun itu salah satu bank Himbara. Sudah disetujui, tetapi ketika bulan Juli permintaannya meningkat pesat, dia minta dikembalikan lagi plafon dia yang Rp 12,2 triliun itu, sehingga Rp 30 triliun plafonnya," imbuhnya.

Selain itu, Iskandar menyebutkan bank lain yang juga mencatat permintaan KUR yang tinggi. "Karena demandnya yang begitu tinggi, dia minta Rp 10 triliun lagi, sehingga plafonnya menjadi 130,2 triliun," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: