Sst! TikTok kumpulkan data pengguna Android, untuk apa?

Jum'at, 14 Agustus 2020 | 09:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Aplikasi Android TikTok diketahui tengah mengumpulkan alamat MAC pengguna selama 18 bulan yang melanggar aturan platform.

Hasil investigasi Wall Street Journal pada Selasa (11/8/2020) menyebutkan, alamat tersebut berfungsi sebagai pengenal unik untuk setiap perangkat pengguna.

Walhasil menjadikannya berharga untuk iklan dan bentuk pelacakan.

Perusahaan induk TikTok, ByteDance, bisa melacak pengguna meski mereka telah mengubah pengaturan privasi untuk keluar dari praktik pelacakan iklan.

Seperti dikutip dari The Verge, Rabu (12/8/2020), tahun 2015, App Store iOS dan Google Play Store telah melarang pengumpulan alamat MAC. Tapi TikTok masih bisa mendapatkan alamat MAC melalui celah.

Sebuah studi yang dikutip oleh Wall Street Journal menemukan hampir 350 aplikasi di Google Play Store telah memanfaatkan celah serupa, umumnya bertujuan demi iklan.

TikTok telah menghentikan praktik tersebut pada November tahun lalu. Penyebabnya adalah tekanan politik dari Washington meningkat.

Dalam keterangan resminya, TikTok juga menekankan bahwa mereka tidak lagi mengumpulkan alamat MAC pengguna. "Kami berkomitmen melindungi privasi dan keamanan komunitas TikTok. Kami terus memperbarui aplikasi untuk mengikuti tantangan keamanan yang terus berubah, dan versi terkini TikTok tidak mengumpulkan alamat MAC," kata juru bicara TikTok.

Rupanya masuk akal alasan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memusuhi TikTok. Dengan munculnya kabar itu, Trump bakal semakin meradang. kbc10

Bagikan artikel ini: