Tisu dorong pertumbuhan pasar industri kertas 12,49 persen di kuartal II

Jum'at, 14 Agustus 2020 | 09:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Industri kertas menjadi salah satu subsektor manufaktur yang mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal II/2020. Meski laju pertumbuhannya jauh melambat dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mendata industri kertas dan barang dari kertas tumbuh 12,49 persen pada kuartal II/2019. Adapun, industri yang sama hanya mampu tumbuh 1,1 persen pada kuartal II/2020.

Meski demikian, realisasi tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang terkoreksi 5,2 persen dan sektor manufaktur yang merosot hingga 5,74 persen.

"Secara umum terjadi peningkatan permintaan pada produk kertas, terutama kertas tisu. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan masyarakat terhadap produk tisu dalam kemasan kecil," ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Bratasida, Kamis (13/8/2020).

Liana mengakui, melambatnya laju pertumbuhan industri kertas utamanya disebabkan oleh tingginya penggunaan media digital. Alhasil, permintaan kertas tulis cetak menjadi rendah.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 membuat memaksa masyarkat melakukan aktivitas sehari-hari dari rumah atau biasa dikenal work from home (WfH).

Dengan demikian, permintaan kertas yang biasanya digunakan di sektor pendidikan maupun perkantoran anjlok sejak medio kuartal II/2020.

Oleh karena itu, Liana menyatakan pihaknya akan menghimbau pabrikan untuk menjadikan kertas tisu sebagai produk alternatf pada semester II/2020. Pasalnya Liana menilai tren peningkatan konsumsi tisu dalam kemasan kecil akan terus berlanjut pada sepanjang semester II/2020.

Pada saat yang bersamaan, APKI akan terus mengoptimalkan pasar pulp dan kertas yang telah digaet pabrikan nasional atas dasar kontrak yang telah disepakati. kbc10

Bagikan artikel ini: